Kemampuan berbahasa adalah jembatan peradaban. Keyakinan ini mendorong santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai menggelar muhadoroh rutin tiga kali seminggu. Program ini dirancang mengasah keterampilan berpidato menggunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Tujuan muhadoroh bilingual ini multidimensional dan strategis. Pertama, mempersiapkan santri menjadi da’i global yang mampu menyebarkan Islam dengan bahasa universal. Kedua, membuka peluang studi dan karir internasional melalui penguasaan bahasa dunia. Ketiga, mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan public speaking yang essential di era modern.
Proses persiapan muhadoroh melibatkan tahapan sistematis dan terstruktur. Santri wajib menyusun naskah pidato sendiri sebelum tampil di hadapan audiens. Naskah tersebut harus disetor kepada kakak pembimbing halaqoh untuk mendapat koreksi dan masukan konstruktif.
Manfaat jangka panjang dari program ini sangat signifikan bagi masa depan santri. Penguasaan bahasa Arab membuka akses terhadap khazanah keilmuan Islam klasik dan kontemporer. Sementara kemampuan berbahasa Inggris menjadi kunci sukses dalam kompetisi global dan diplomasi internasional.
Nelson Mandela pernah berkata, “If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his language, that goes to his heart.” Pernyataan ini menegaskan kekuatan bahasa dalam membangun koneksi emosional dan intelektual antarmanusia.
Implementasi filosofi Mandela terlihat jelas dalam praktik muhadoroh santri Darunnajah. Ketika mereka berpidato menggunakan bahasa Arab, audiens Muslim merasakan kedekatan spiritual dan kultural. Sementara penggunaan bahasa Inggris membuka dialog dengan komunitas internasional yang lebih luas.
Program ini juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis para santri. Proses penyusunan pidato memaksa mereka menggali informasi, menganalisis isu, dan menyusun argumentasi logis. Keterampilan ini sangat berharga dalam dunia akademik dan profesional masa depan.
Pembimbing halaqoh berperan krusial dalam menjamin kualitas dan relevansi materi pidato. Mereka memberikan panduan struktur, tata bahasa, dan konten yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Proses mentoring ini menciptakan standar kualitas tinggi dalam setiap penampilan santri.
Dampak positif muhadoroh sudah mulai terlihat pada perkembangan karakter santri. Kepercayaan diri meningkat, kemampuan berargumentasi menguat, dan wawasan global semakin terbuka. Para santri mulai memiliki visi jelas tentang peran mereka sebagai generasi Muslim yang siap berkompetisi di panggung dunia.
Pesantren Al-Harokah Darunnajah membuktikan komitmennya menciptakan lulusan berkualitas internasional. Muhadoroh bilingual bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan investasi strategis untuk masa depan gemilang para santri dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah peradaban global yang dinamis.




