Metode dan Teknik Belajar Pidato
Para Rosul dan Nabi menyampaikan perintah yang Allah perintahkan kepadanya melalui dakwah yang merupakan kewajibaban mereka setelah menerima wahyu untuk menyampaikan kepada umatnya, begitu juga dengan para ulama, berkewajiban untuk menyampaikan perintah – perintah Allah kepada masyarakat.

Maka dari itu berpidato adalah suatu pelajaran tentang menjelaskan tata cara dan metode dakwah yang bisa diterima banyak orang, maka dari pada itu dakwah yang sampaikan bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.
Sebelum berdakwah langsung kepada masyarakat harus bisa menguasai teknik dan teori cara berdakwah yang baik, dalam hal ini di lingkungan pondok pesantren dikenal dengan Muhadharah atau disebut juga dengan retorika dakwah.
Sedangkan retorika sendiri banyak dikenal dengan ilmu yang mempelajari teori “Public Speaking” atau “Spech” atau ( pidato )
Beberapa dasar retorika dalam berdakwah yang perlu kita latih ketika muhadharah adalah :
Belajar pidato dengan menyiapkan materi

Pada zaman sekarang ini banyak masyarakat dalam memahami agama tidak sempurna, hanya mendengar dan tidak berdasarkan rujukan yang kuat dalam hal dalil al qur’an dan hadist.
Maka dari itu perlu mempersiapkan materi yang akan disampaikan kepada masyarakat bisa dipahami dan diterima dengan baik oleh mereka.
Ini adalah salah satu tujuan pendakwah yang sangat penting, masyarakat bisa paham dengan yang disampaikan mejadikan kepuasan dalam penyampaian dan kepuasan yang didapat oleh pendengar.
Isi materi pidato biasa mengandung beberapa hal berikut ini :
a. Pendahuluan
Pendahuluan atau pembukaan pidato salah satu poin penting bagi pembicara karena dipoin ini pembicara harus bisa memberikan kesan yang baik kepada masyarakat dan memperkenalkan diri dan membuka pembicaraan dengan humor.
b. Isi pidato
Isi pidato merupakan hal yang penting yang ditunggu oleh masyarakat, mereka akan merasa terkesan kalau isi yang disampaikan berkaitan dengan permasalah yang ada disekitarnya.
Maka dari itu pentingnya penceramah untuk menanyakan terlebih dahulu permasalah yang ada dimasyarakat sekitar kepada panitia terkait yang mengundang.
c. Pembahasan
Pembahasan salah satu yang menjelaskan alasan – alasan pendukung yang telah dikemukakan pada isi.
d. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian terekhir yang disampaikan, maka dalam kesimpulan ini harus dijelaskan kembali inti sari dari isi yang dibahas dari awal sampai terakhir.
e. Penutup
Penutup, tujuan orang dalam menghadiri sebuah ceramah untuk mencari kesenangan rohani maka dari apda itu dalam penyampaian penutup biasanya diakhiri dengan do’a, mendo’akan umat islam, mendo’akan masyarakat yang hadir, mendo’akan keluarga – keluarga mereka yang hadir.
Pengaturan suara dalam penyampaian dakwah

Pengaturan suara dalam menyampaikan dakwah hal yang penting dipelajari, karena ketertarikan pendengar dalam terletak dari kepintaran pembicara dalam menyampaikan isi dakwahnya.
Maka jangan berbicara dengan suara yang rendah dan membuat pendengar tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan, maka harus mengunakan suara yang lantang supaya para pendengar antusia mendengarkan apa yang disampaiakan.
Pengaturan dalam kecepatan berbicara dalam berdakwah

Berbicara di depan umum haru jelas dan lantang, yang perlu diperhatikan juga selain itu adalah kecepatan berbicara.
Penjelasan yang lantang didukung dengan intonasi berbicara yang baik akan berkesan di masyarakat, jangan lupa sisipkan humor untuk menghilangkan kebosanan pendengar, humor yang tidak mengandung penghinaan dan pencelaan kepada orang lain.
Pengaturan gesture tubuh ketika berdakwah

Beridir didepan orang banyak terkadang menimbulkan rasa kurang percaya diri, kerena semua orang memandang kita yang ada di depan. Maka berbicara didepan orang banyak harus mampu menguasai diri kita terlebih dahulu.
Gerak tubu kita akan jadi pemandangan bagi orang banyak, oleh sebab itu posisi tanggan, telapak tangan akan menjadi daya tarik pendengar.
Jika berdakwah mengunakan mikropon, perhatikan cara memegangnya dan ketika berbicara jangan menempel dimulut, supaya suara yang keluar dari mikropon teredengar bagus dan jelas.
Pengembangan Bahasan ( Penjelasan, contoh, kutipan, sejarah )

Pengembangan pembahasan yang kita berikan kepada masyarakat diluar isi yang kita sudah persiapkan akan menarik pendengar dalam memahami isi pidato yang kita sampaikan.
Apalagi kalau kita menyisipkan penjelasan berupa contoh – contoh dan pengalaman pribadi yang kita alami dalam kebaikan selama berdakwah.
Sejarah masa lalu para Nabi adalah penguat dalil yang kita sampaikan, dengan melihat sejarah akan mudah di mengerti kaitannya dengan dalil yang kita berikan.
Tanya Jawab Dengan Pendengar

Proses tanya jawab dengan pendegar biasanya digunakan oleh para pendakwah yang sudah mempuni dalam keilmuan.
Guna dari tanya jawab ini adalah untuk memecahkan masalah yang ada di kalangan masyarakat sekitar.
Dengan jawaban yang benar dan memuaskan masyarakat akan menjadikan kepercayaan diri pendakwah dan baik dinilai dari masyarakat, dikegiatan latihan pidato boleh menerapkan hal ini dengan mempersiapkan bahan rujukan terlebih dahulu dengan catatan di kertas.
Tampil Mengesankan dan Menguasai Forum

Tampil di depan orang banyak membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi apalagi kalau kita menyampaikan sesuatu kepada orang banyak.
Belajar pidato didepan orang akan sangat penting ketika maju ke atas mimbar dengan langkah yang mantap dan percaya diri kita bisa menguasai forum tersebut.
Kasi pendengar kesan pertama yang baik ketika berbicara pertama kali dihadapan masyarakat, kasi sebuah pantun atau yang bisa membangkitkan minat pendengar apa yang akan kita sampaikan.
Metode Penerapan Muhadharoh di Pondok Pesantren Putri Al – Hasanah Darunnajah 9 Pamulang

Pondok Pesantren putri Al – Hasanah Darunnajah 9 Pamulang adalah pondok pesantren khusus putri yang merupakan cabang dari Pondok pesantren Darunnajah yang ke 9, metode pelatihan pidato yang dipakai oleh para santri mengunakan adalah
- Metode penghafal Teks
Kegiatan Muhadharoh di Pondok pesantren putri Al – Hasanah dijadwalkan 3 kali dalam 1 minggu, dengan 3 bahasa yang digunakan yaitu bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Jadwal Kegiatan Muhadharoh
- Bahasa Inggris : Minggu, Jam 19.00 – 21.30
- Bahasa Arab : Kamis, Jam 09 . 00 – 12.00 wib
- Bahasa Indonesia : Kamis, Jam 19.00 – 21.30 wib
Dengan para santri menghafal teks yang dibuat akan menjadi bekal bagi mereka dalam berbicara dalam latihan pidato, dan hafalan yang mereka dapatkan akan dipakai sampai mereka nanti langsung terjun ke dalam masyarakat.
- Metode membaca Teks
Tidak ada salahnya memulai belajar pidato dengan mengunakan teks, ini berlaku buat para santri yang baru pertama masuk ke pondok.
Para pengurus mewajibkan santri baru untuk membuat teks sebelum tampil di depan teman – temannya, metode ini hanya berlaku untuk para santri baru yang mengutamakan pelatihan mental berbica didepan umum.
- Metode Penjabaran kerangka
Metode ini hanya diberikan kepada pengurus santri yang disebut dengan OSDN atau Organisasi santri Darunnajah yang beranggotakan kelas 5 dan 6 TMI.
Dengan tidak menyiapkan teks dengan hanya menyiapkan poin – poin penting saja dalam menyampaikan pidato.
Hal ini dipraktekan kepda para pengurus untuk mengembangkan ilmunya yang sudah pernah di dapat dan dihafal sebelumnya.