Menu

Belajar Menghafal Al-Qur’an dengan Metode ILHAM

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Cidokom (14/01). Baru saja Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 mendapat izin sistem pendidikan Mu’adallah dengan TMI nya, kini giliran pembaruan serta perbaikan mutu pendidikan bagi santri/watinya. Ya inilah yang tercermin dengan adanya program terbaru dalam menghafal Al Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah pedoman bagi seorang muslim Bagaimana caranya, marilah kita simak penjelasannya dibawah ini.

Program ini diperkenalkan langsung oleh KH. Lukman Hakim pimpinan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon dan juga penemu metode ILHAM. dengan pelatihan bersama santri/wati. Metode ILHAM ini sendiri adalah metode menghafal Al-Qur’an dengan cara mengaktivasi dan memadukan 7 Kecerdasan yang dimiliki oleh setiap seseorang, sepeti halnya kecerdasan linguistik, matematik, kinestetik, visual, musical, interpersonal, dan intrapersonal.

Belajar MEnghafal Al-Qur’an dengan MEtode ILHAm
Para Santri/wati Ikuti Intruksi Menghafal Al-Qur’an dengan Permainan Seru By. Annurgraphy
Belajar MEnghafal Al-Qur’an dengan MEtode ILHAm
Para Santri/wati Ikuti Intruksi Menghafal Al-Qur’an dengan Permainan Seru By. Annurgraphy

 

Adapun ILHAM merupakan singkatan dari :

  1. Integrated, yaitu mengaktifkan 7 kecerdasan pada diri seseorang dengan beberapa praktek sederhana, misalnya dengan bantuan tangan.
  2. Listening, cara ini membuat penghafal lebih berkonsentrasi ketika menghafal yaitu dengan mengandalkan kecerdasan musikal dan linguistik, sebagai contoh dengan melagukan bacaan.
  3. Hand, tangan merupakan wasilah atau perantara utama dalam metode hafalan ini
  4. Attention, Dengan saling memperhatikan antar satu sama lain, metode ini berupaya untuk mengaktivasi potensi kecerdasan inter & intrapersonal. Contohnya, 2 orang lelaki yang sedang menghafal secara bergantian, yaitu saling membenarkan ketika menemukan kesalahan dalam bacaan dan lainnya,
  5. Matching, yaitu saling mencocokkan dengan hafalannya dalam Al-Qur’an.

Selain memberikan metode hafalan ini, beliau juga memberikan sambutan pula kepada para santri/wati tentang realita kehidupan pada zaman ini, “ Zaman sekarang ialah zaman yang penuh tantangan. “ Ujarnya. Ini semua terjadi karena cepatnya perubahan dan kuatnya daya saing antar sesama. Maka itu diperlukanlah skill atau kemampuan, terutama kemampuan dalam diri yang dikenal dengan soft skill. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan Harvard University, dimana 85% kesuksesan seseorang ditentukan oleh soft skill. Dan ini sesungguhnya adalah kebangkitan islam dengan Al-Qur’an sebagai soft skill utama dalam diri seseorang.

By. Rifal Mustakim

Red. Sri Rama Prayogo

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Yang Ditunggu Santri! Upacara Pembukaan Pramuka Mingguan

Greeting Scout! Kata tersebut merupakan salam andalan yang akrab di telinga para santri dalam kegiatan pramuka. Setelah sekian lama kegiatan ini resmi ditutup karna para