Menu Gizi BAyi

Dewasa ini gizi seimbang perlu diterapkan agar tidak menimbulkan masalah kelebihan atau kekurangan gizi. Gizi seimbang harus diberikan sejak dini, pola makan tak seimbang dapat menimbulkan kekurangan dan kelebihan gizi. Salah satu penyebab pola makan tak teratur adalah produk makanan yang diiklankan di televisi.

1. Air Susu Ibu (ASI)

Bagi bayi berusia 0-6 bulan, Asi merupakan san umber gzi utama dan merupakan makanan gizi seimbang pertama bagi bayi karena mengandung semua zat gizi dan zat kesehatan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Karena itu, bayi dapat tumbuh dan berkembang sehat dengan ASI eksklusif yaitu ASI tanpa makanan tambahan atau minuman lainnya.

Untuk mendapatkan manfaat ASI yang maksimal, maka ASI harus diberikan sesegera mungkin setelah lahir, karena daya isap bayi saat itu paling kuat untuk merangsang produksi ASI selanjutnya.  ASI yang pertama kali keluar sampai beberapa hari persalinan disebut kolostrum. Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A, lebih kental dan berwarna kekuningan. 

Sorang ibu yang menyusui harus dijaga ketenangan pikiran,hindari kelelahan, buang rasa khawatir yang berlebihan, dan percaya diri bahwa ASI nya mencukupi kebutuhan bayi. Bagi ibu yang bekerja daat mengeluarkan ASI nya dengan tangan yang bersih lalu disimpan dalam wadah yang bersih, ASI tersebut tidak rusak selama 6 jam pada suhu kamar atau 24 jam dalam lemari es.

2. Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Pada usia 4-6 bulan, bayi terus minum ASI dan mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berbentuk lunak dan setengah cair. Yang termasuk MP-ASI adalah buah, sayur, daging, ikan, ayam, hati yang dilumatkan, dihaluskan, atau dilunakkan sesuaipertambahan usia bayi

Porsi MP-ASI setiap kali makan :

  • Usia 6 bulan, minimal 6 sendok makan
  • Usia 7 bulan, minimal 7 sendok makan
  • Usia 8-9 bulan, berturut-turut 8-9 sendok makan. Sudah dapat diberi nasi tim agak kasar.

3. Makanan Padat

usia 10 bulan secara bertahap bayi mulai diperkenalkan dengan makanan yang lebih kental. Bentuk kepadatan nasi tim boleh mendekati kepadatan makanan keluarga. Usia 1 tahun, kebanyakan bayi menunjukkan keinginannya untuk makan sendiri. Anak muali dikenalkan pola makan keluarga yang terdiri dari sarapan, makan siang dan makan sore. Perlu diperhatikan makanan diberikan secara bertahap dan dimulai bentuk lunak, bukan makanan dewasa. Porsinya kira-kira setengah dari porsi makanan orang dewasa.  Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun.

4. Makanan Selingan

Dapat diberikan antara makan pagi dan siang atau antara makan siang dan makan malam. Makanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup menerima porsi makan karena susah makan. Contoh makanan selingan seperti buah-buahan , aneka jajanan yang tidak banyak menandung gula, garam dan lemak. Makanan selingan yang bergizi seperti bubur kacang hijau, biskuit, pepaya, jeruk. Pemberian makanan selingan jangan terlalu banyak agar tidak meninggalkan makanan utama.

Agar anak mau makan, cobalah lakukan :

  1. Kurangi pemberian susu, sehingga anak merasa lapar dan  mudah minta makan.
  2. Tidak memberikan makanan selingan secara berlebihan
  3. Tentukan jam makan utama yaitu pagi, siang, sore.
  4. Beri menu seimbang sesuai kebutuhan gizinya.
  5. Jika anak bosan untuk makan, carilah strategi yang menarik agar dia tidak merasakan bahwa dia sedang makan, misal sambil didengarkan cerita.

 Contoh menu balita

WAKTU

MENU

Pagi bangun tidurSusu
Makan pagiBubur ikan sayuran
Pukul 10.00Buah
Makan siangNasi

Semur daging dan tempe

Cah bayam wortel

Pukul 16.00Crepe isi ragout sayuran
Makan malamMakaroni panggang