
Ahad, 01 Juni 2008 menjadi hari istimewa bagi Pondok Pesantren Darunnajah Cipining, khususnya para santri kelas 6 TMI. Pada hari tersebut mereka akan diwisuda sebagai alumni angkatan ke XV. Para wisudawan putra dengan berbusana stelan jas hitam, lengkap dengan peci hitam dan dasi biru tampak lebih elegan. Sementara para wisudawati yang mengenakan stelan kebaya modern hijau muda putih semakin tampak dewasa. Tepat jam 9 pagi, rangkaian wisuda dimulai oleh MC ust. Septa Chandra. Seusai menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hyme oh Pondokku dan Mars Darunnajah, segenap hadirin menyimak lantunan Al Qur’an surat Al Mujadalah, ayat 7-11 yang dibacakan oleh Husnul Mubarok (calon alumni asal Tegal), dilanjutkan sambutan perwakilan alumni oleh Waliyuddin (calon alumni asal Bogor). Adapun sambutan wali santri disampaikan oleh Bapak Drs. Abdul Hannan, M.Pd.I (orang tua Nur Wardatur Rahmah, calon alumni asal Bekasi)
Menjelang jam sepuluh, Menteri Koperasi dan UKM, Bapak Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si, beserta ibu tiba di Darunnajah Cipining. Turut dalam rombongan beliau Deputi Pengembangan SDM, Deputi Pembiayaan, dan Deputi produksi. Bapak menteri yang juga Ketua Umum DPP PPP ini masih diikiuti lagi oleh sekjen PPP dan beberapa fungsionaris DPP PPP, dan seorang anggota DPR. Setelahberisitirahat sejenak di kediaman pimpinan pesantren, dengan kawalan Pasukan Santri Pengawal Menteri (PASWALMEN), bapak menteri didampingi pimpinan pesantren berjalan kaki sekitar 50 meter, menuju lokasi wisuda di lapangan Basket. Suasana penyambutan di sepanjang jalan tampak meriah dengan display Drum Band putri, Simaphore ucapan selamat datang Pasukan Khusus Pramuka putrid dan demontrasi jurus Pasukan Inti pencak silatputra. Memasuki lokasi wisuda, tamu agung yang juga teman kuliah Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar (istri pimpinan pesantren) itu, disambut oleh alunan marawis yang membahana..
Seusai pembacaan biodata dan prestasi para calon alumni oleh Ust. Muhlisin Muhtarom dan Ust. Syarqi Suganda Sain (antara lain: Muhammad Zein Muttaqin, calon alumni asal Sunter Jakarta Utara dan Nur Rohim, calaon alumni asal Kendal Jawa Tengah, keduanya telah menghafal Al Qur’an 30 juz), Pimpinan Pesantren bersama bapak menteri, Direktur TMI, Ust. Muhammad Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I, Kepala Madrasah Aliyah Darunnajah, Ust. Drs. Absul Rosyid Sholeh mewisuda 77 Santri. Acara dilanjutkan dengan kalimat tarhib Pimpinan Pesantren kepada para tamu, pengenalan latar belakang, visi misi, progam-progam pendidikan dan juga unit-unit usaha pondok pesantren Darunnajah Cipining. “Kami ingin tanah waqof seluas 70 ha ini akan bisa didayagunakan dengan maksimal, sehingga cita-cita pesantren untuk menjadi land grand school bisa terwujud, untuk itu kami mengharapkan arahan dan kerjasama dari bapak menteri” ungkap kyai asal Kendal ini.
Dalam orasi ilmiahnya, bapak menteri antara lain menyatakan: “Terus terang saya kagum dengan pesanttren ini. Inilah prototype pesantren yang juga kami dambakan. Dengan lingkungan yang asri, berbagai macam tanaman dan tumbuhan yang dibudidayakan, serta unit-unit usaha yang dikembangkan, para santri bisa belajar langsung dan mendapatkan pelajaran yang tidak terdapat di dalam buku pelajaran”. Ketua umum salah satu partai politik Islam tersebut, banyak menyitir ayat-ayat alqur’an dengan fasih, yang menggugah fikiran hadirin untuk memikirkan dan memanfaatkan karunia Alloh. Beliau menjelaskan bahwa alam Indonesia yang kaya raya ini, belum dinikmati sepenuhnya oleh rakyat Indonesia, tapi justru oleh fihak asing dikarenakan belum adanya SDM yang memadai. Beliau juga berpesan, jika para alumni-dam kita semua tentunya- ada yang mendapatkan kesempatan belajar atau berkunjung ke luar negeri, hendaknya tidak menjelek-jelekkan bangsa sendiri. Namun justru harus berfikir dan berbuat nyata untuk mendukung kemajuan negeri ini.
Setelah pemberian kenang-kenangan dari pesantren kepada bapak menteri berupa sebuah kaligrafi karya santri, dan penyerahan dana wakaf alumni ke XV sebesar Rp. 4.800.000.00 kepada pesantren, acara dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Ust. Syaifulloh Kamalie, Lc., M.Hum. Kesempatan berharga ini digunakan para wisuadawan berpose bersama pimpinan pesantren dan ibu, bapak menteri dan ibu, ketua yayasan bidang pendidkan, KH. Shofwan Manaf, M.Si. dan ibu serta tiga deputi. Dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu kehormatan, dewan guru, orang tua/wali santri, para kakak alumni dan adik-adik kelas mereka. Dengan diiringi lantunan sholawat Nabi, pada saat itulah suasana gembira, haru, bangga, sedih dan masygul tampak di wajah para alumni. Selepas berjabat tangan, sambil menyantap makan siang di lokasi yang sama, para hadirin disuguhi beberapa lagu-lagu populer grup Marawis santri putra.
Dalam wawancara pimpinan redaksi WARDAN, ust. Muhammad Musta’in Sahadi, S.E. dengan Amalea Kontesa ibunda Denada (Artis) dan salah seorang aktor antagonis, mendapatkan kesan senang dan kegembiraan mereka mengikuti prosesi wisuda santri tersebut. Bahkan, salah seorang pejabat Dinas. Pendidikan Kabupaten Bogor tidak dapat menyembunyikan kekagumannya: “Luar biasa, prosesi kelulusan santri setingkat Aliyah, kok bisa menghadirkan menteri!” ungkanya. “Patut disyukuri, agenda wisuda yang diketuai Ust. Ahmad Abdulloh Husaeni ini, berjalan dengan cepat, khidmat, tertib dan lancar!” komentar beberapa dewan guru dan panitia seusai acara tahunan tersebut.