Anak-anak kecil itu begitu riang gembira, bersama-sama tapaki jalan menuju ke madrasah dengan menggembol tas dibahu, ada pula yang menenteng tas atau bukunya.

Siluet Pagi, Iringi Perjalanan Santri Cilik Pesantren Darunnajah Cipining Menuju Madrasah

Siluet Pagi, Iringi Perjalanan Santri Cilik Pesantren Darunnajah Cipining Menuju Madrasah

Bergandengan tangan, penuh persahabatan bak tunas menengadah matahari untuk terus tumbuh, tumbuh dan penuh harap menjadi meninggi, besar dan rimbun.

Pagi itu, beberapa santri cilik, seusia anak sd bergegas jejagi tepi demi tepi jalanan menuju tempat belajar MI Darunnajah. Diiringi cahaya siluet mentari mantab meraih nilai-nilai pendidikan islami di kelas.

Sudut Taman Pesantren Darunnajah Cipining

Sudut Taman Pesantren Darunnajah Cipining

Walau jauh dari orangtua, mereka begitu tegar, bak karang di tengah lautan, yang tetap kokoh, walau diterjang gulungan ombak-ombak liar.

Mereka tetap semangat, biarpun harus berjalan kaki, menyusuri tepian jalan, yan terkadang sesekali menyibak peluh keringat, karena kulit yang bersentuhan dengan sengat, teriknya matahari.

Namun demikian, lelah perjalanan merekapun diiringi semilirnya angin yang berkali-kali hembuskan ke wajah-wajah polos mereka. Tak ketinggalan, gemerciknya air taman depan asrama menyapa dengan dinginnya menyejukkan pandangan.

Butiran-butiran embun pagi, bak mutiara putih berkemilauan yang menyelinapi di rimbunan hijau daun dan rerumputan menambah nuansa selaksa pagi itu terasa kental sekali alam pedesaan nan alimi.

Suara kicauan burung-burung pagi sepanjang jalan waserda pengkolan, hantarkan keberangkatan thalabul ilmi mereka.

Seakan-akan semua akan berkata, dari batuan kerikil yang terinjak, tanah liat yang tertindih langkah-langkah mereka, basahan embun yang menempel pada sepatu-sepatu, burung, pohon dan semuanya akan bersaksi tentang perjuangan santri cilik.

Mereka semua akan bersaksi tentang kesungguhannya, ingin mengabarkan kepada yang lainnya untuk menuntut ilmu bersama mereka yang tak kenal lelah dan berputus asa.

Mari kita cetak generasi yang beraqidah kuat semenjak dini, agar mereka menerangi masyarakatnya kelak ketika mereka kembali, sebagai sinar matahari menerangi bumi. Salam dari Santri Cilik Darunnajah Cipining.(WARDAN/Mr. Song)