Santri Cilik Kembali Selenggarakan Kontes Muballigh Cilik (KOMUCIL)

Santri Cilik Kembali Selenggarakan Kontes Muballigh Cilik (KOMUCIL)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Komucil adalah kegiatan khusus yang dilaksanakan setiap 2 bulan sekali di Pesantren Kanak-kanak Darunnajah Cipining. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring bakat berceramah para santri cilik. Peserta Komucil adalah para muballigh terbaik di kelompoknya.

Loading...

Komucil ke-4 ini dilaksanakan pada Sabtu malam, 28 Agustus 2021 di Masjid Kampus 2.
Acara dipandu oleh Ust. Misbakhudin Azka dan Ust. Arif Sholehudin. Lantunan ayat suci Al-Quran dibawakan oleh Usth. Nurul Kholifah. Sambutan disampaikan oleh Wakil Kepala Asrama Santri Cilik, Ust. Abu Sobirin.
“Hal-hal yang disampaikan seorang muballigh akan menjadi amal jariyah, karena isi ceramah merupakan bagian dari ilmu yang bermanfaat.” Ujar beliau.

Berkesempatan menjadi dewan juri pada komucil kali ini yaitu Ust. Ahmad Farid dan Ust. Abdul Hafiz. Mereka berdua merupakan kandidat magister agama yang juga tidak diragukan lagi kemampuannya dalam beretorika.

Acara berlangsung meriah dan membuat semangat tergugah. Berkali-kali pekik takbir digaungkan. Peserta Komucil kali ini adalah 5 orang santri cilik putri.

Setelah semua peserta tampil, disampaikan pengumuman hasil penilaian kebersihan kamar oleh Usth. Zumrotul Amaliyah. Momen ini juga tidak kalah seru, karena masing-masing kamar akan jatuh reputasinya bila diumumkan sebagai kamar terkotor.

Loading...

Selanjutnya tampil Ust. Abdul Hafiz mengumumkan hasil penilaian peserta. Para pemenang itu adalah :
Juara 1 Najma Arafah, dengan judul “Adab Seorang Anak terhadap Orangtua.”
Juara 2 Rayya Althafunnisa, dengan judul “Adab Ketika Berada di Masjid.”
Juara 3 Kholifah Maliha Lubna, dengan judul “Jangan Lalaikan Sholat Berjamaah.”

Kepala Asrama Ust. Imam Ghozali didaulat oleh pemandu acara untuk memberikan sertifikat penghargaan kepada para juara.

Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Farid.
“Kelak, lima atau sepuluh tahun yang akan datang kalian akan menjadi muballigh dan muballighoh yang piawai dalam retorika.” Ujar beliau sebelum memimpin do’a.

(WARDAN/IG)

Loading...

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah