Kegiatan Porseka (Pekan Olahraga, seni, dan pramuka) menjadi kesibukan keluarga besar pesantren Darunnajah Cipining memasuki pekan ke-3 di bulan September 2012. Di usianya yang ke-25, melalui Porseka, pesantren tetap tampil menjadi lembaga pendidikan
yang terdepan dalam pembinaan generasi Indonesia.Pembinaan santri disejajarakan antara intrakurikuler dengan ekstrakurikuler. Olahraga, seni, dan pramuka menjadi ajang pembentukan kepribadian, sikap, dan character building.
Pelaksanaan Porseka 25 dijadwalkan selama sepekan (16 s.d. 22 September 2012). Porseka secara resmi dibuka oleh pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc saat bertindak sebagai Pembina upacara pada pembukaan Porseka yang berbarengan dengan upacara apel tahunan, Ahad, 16 September kemarin.
Peresmian pembukaan Porseka 25 ditandai dengan pemotongan pita setelah sebelumnya, Pembina upacara membakar gelora dan semangat santri dengan bertakbir sebnyak 3 kali. Selanjutnya, pelepasan ratusan balon yang membawa spanduk bertuliskan Porseka 25 dilakukan oleh panitia. Saat itu, semua pasang mata mengarah kesana sembari bertepuk tangan. Pendokumentasian dilakukan pula oleh berbagai pihak terutama panitia.
Dalam amanahnya, Bapak Kyai mengajak kepada para santri untuk ambil bagian dalam kegiatan Porseka ini. Inilah saat mereka menunjukkan bakat dan prestasi terutama cabang olah raga, seni dan pramuka. Sementara itu, Bupati Bogor, dalam hal ini diwakili ka. Kwarcab, Kak Yasinza juga mendukung penuh kegiatan Porseka sebagai wahana pendidikan untukmenjadi manusia yang seutuhnya.
Peserta upacara adalah para santri dari seluruh lembaga. Dari jenjang PAUD, TK/RA, MI/SD, SMP, MTs, MA, dan SMK. Untuk jenjang SMP/MTs/MA/SMK, barisan dilakukan secara kontingen yang bernamakan seluruh daerah yang ada di nusantara. Hal ini menggambarkan‘Bhineka Tunggal Ika’.
Di barisan lain, terdapat pula pasukan yang bertugas sebagai petugas upacara. Pasukan tersebut di antaranya adalah pasukan drum band, pasukan pengibar bendera (paskibra), kelompok paduan suara, pasukan inti seni beladiri (paskin SBDC), pasukan senam Darunnajah (Persada), dan pasukan khusus pramuka (passus). Sebelum memasuki arena upacara, seluruh peserta melakukan devail barisan menuju kampong Cipining.
Usai pelaksanaan pembukaan Porseka 25 secara khidmad dengan ditandai telah selesainya pengibaran bendera porseka hingga peresmian oleh Pembina upacara, agenda dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada keluarga Darunnajah Cipining yang berprestasi. Mereka adalah:
- Guru berprestasi tingkat MA/SMK : Ustadz Drs. Abdur Rosyid
- Guru berprestasi tingkat MTs/SMP : Ustadz Chusnul Mubarok
- Guru berprestasi tingkat MI : Ustadz Nurfathoni, SHI
- Guru berprestasi tingkat TK/PAUD : Ustadzah Sri Purwati, S.Pd.I
- Administratur berprestasi : Ibu Desi
- TU Sekolah berprestasi : Ustadzah Rina N.
- Karyawan bangunan berprestasi : Bapak yono
- Karyawan dapur berprestasi : Sumaris
- Karyawan Kebersihan berprestasi : Mak Inah
Sebagai agenda terakhir, panitia menampilan berbagai macam atraksi dan kreasi santri seperti penampilan drum band putri, silat oleh pesilat SBDC (Seni Bela Diri Darunnajah Cipining), pasukan khusus pramuka, dan aksi dari persada. (Wardan/Billah)
