SD Islam Darunnajah
Menu

Mengamalkan Ilmu

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Jakarta/dnkids_Saat kita menuntut ilmu di sekolah secara disadari atau tidak sebetunya pada akhirnya di kemudian hari kita dituntut untuk mengamalkannya.

Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.[1] Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[2]

Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

 “Barangsiapa yang berusaha mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah akan menunjukkan mereka apa yang belum mereka ketahui”

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Dan sesungguhnya kalau mereka MENGAMALKAN pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)

(An-Nisaa: 66)

Maka lihatlah bagaimanakah keutamaan orang-orang yang mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya.Darisini kita ambil faidah:

1. Anjuran agar kita semakin BERSEMANGAT dalam MENUNTUT ILMU SYAR’IY sehingga semoga setiap ilmu yang kita dapatkan, kita berusaha untuk dapat kita amalkan.

2. Maka seharusnya ini dapat kita jadikan sebagai TUJUAN UTAMA KITA DALAM MENUNTUT ILMU, yaitu kita mencari ilmu AGAR KITA DAPAT MENGAMALKANNYA; bukan hanya sekedar “koleksi” ilmu saja. namun tercermin dalam AMAL-AMAL KITA, baik amalan hati, lisan maupun anggota badan.

3. Dengan mengamalkan ilmu (dengan ikhlash), maka PASTI Allah akan menunjuki kita akan ilmu-ilmu yang belum kita ketahui.

4. Dengan mengamalkan ilmu (dengan ikhlash) pula, maka akan MEMPERKUAT KEIMANAN dalam hati kita.

5. Dengan mengamalkan ilmu (dengan ikhlash) pula, maka akan membantu kita ISTIQAMAH diatas jalan yang haq.

6. Allah menyebut “MENGAMALKAN ILMU” sebagai salah satu BENTUK JIHAD. maka ini sebagai jawaban kepada kaum TAKFIRIY yang hanya mengkhususkan jihad kepada jihad qital (perang) saja; yang mana sebenarnya Jihad SANGAT LUAS maknanya, tidak sebatas perang saja. baca: Memahami arti jihad

7. Sebagaimana MENGAMALKAN ILMU adalah JIHAD, maka MENUNTUT ILMU pun merupakan JIHAD.

Berkata Abud Darda radhiyallahu ‘anhu:

“Orang-orang yang menganggap pergi dan pulang menuntut ilmu bukan termasuk jihad, berarti akal dan pikiranya telah berkurang.”(Atsar diriwayatkan ad Darimiy, dalam sunannya) dan lain-lain..

Semoga bermanfaat

sumber : wikipedia dan Web : Abu Zuhry

nanink

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait