Pernahkah kita merasa gelisah dan tidak tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari?
Atau mungkin kita sering merasa kurang bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan?
Jika iya, mungkin sudah saatnya kita mencoba mengamalkan Al-Ma’tsurat secara rutin.
Al-Ma’tsurat adalah kumpulan doa dan dzikir yang disusun oleh Imam Hasan Al-Banna, berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dengan membacanya secara rutin di waktu pagi dan sore, kita dapat meraih berbagai manfaat spiritual dan kehidupan yang luar biasa.
Tulisan ini membahas tentang manfaat mengamalkan Al-Ma’tsurat, perlindungan rumah dari gangguan setan, pemenuhan kebutuhan hidup, penyempurnaan nikmat, bentuk syukur kepada Allah SWT, mendatangkan keridhaan Allah SWT, perolehan pahala berlipat, perlindungan dari bahaya, dan cara mengamalkan Al-Ma’tsurat dengan benar.
Berikut uraiannya:
1. Bagaimana Al-Ma’tsurat Melindungi Rumah dari Gangguan Setan?
Tahukah kita bahwa membaca Al-Ma’tsurat secara rutin dapat melindungi rumah kita dari gangguan setan?
Ini bukan sekadar klaim tanpa dasar, melainkan memiliki landasan kuat dari hadits Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Bukhari No. 3275)
Al-Ma’tsurat mengandung beberapa ayat dari surat Al-Baqarah, sehingga membacanya secara rutin dapat menjadi benteng perlindungan bagi rumah kita.
Selain itu, dzikir dan doa dalam Al-Ma’tsurat juga menciptakan atmosfer spiritual yang kuat, membuat setan enggan mendekati rumah kita.
2. Apakah Al-Ma’tsurat Dapat Mencukupi Kebutuhan Hidup Kita?
Mungkin kita pernah bertanya-tanya, apakah membaca Al-Ma’tsurat bisa membantu mencukupi kebutuhan hidup kita?
Jawabannya adalah ya, dengan izin Allah SWT.
Dalam Al-Ma’tsurat, terdapat bacaan surat Al-Falaq dan An-Nas yang dibaca tiga kali di pagi dan sore hari.
Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, yang menyatakan bahwa Allah SWT akan mencukupi kebutuhan seseorang yang istiqamah dalam membacanya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Dengan membaca Al-Ma’tsurat, kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, yang pada gilirannya dapat membuka pintu rezeki yang tidak kita duga sebelumnya.
3. Bagaimana Al-Ma’tsurat Menyempurnakan Nikmat dari Allah SWT?
Pernahkah kita merenungkan betapa banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita setiap hari?
Al-Ma’tsurat membantu kita untuk lebih menyadari dan mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.
Salah satu doa dalam Al-Ma’tsurat berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتِمَّ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berada dalam nikmat, keselamatan, dan perlindungan dari-Mu. Maka sempurnakanlah nikmat, keselamatan, dan perlindungan-Mu kepadaku di dunia dan akhirat.”
Dengan mengucapkan doa ini setiap pagi dan sore, kita tidak hanya mengakui nikmat yang telah Allah SWT berikan, tetapi juga memohon agar nikmat tersebut disempurnakan.
Ibnu Sunni meriwayatkan bahwa doa ini akan menyempurnakan nikmat yang diterima seseorang.

4. Mengapa Al-Ma’tsurat Dianggap sebagai Bentuk Syukur kepada Allah SWT?
Syukur adalah salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup.
Tapi bagaimana Al-Ma’tsurat bisa menjadi bentuk syukur kita kepada Allah SWT?
Membaca Al-Ma’tsurat secara rutin di pagi dan sore hari adalah cara kita menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kehidupan yang diberikan.
Ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Dengan membaca Al-Ma’tsurat, kita mengingat dan memuji Allah SWT atas segala nikmat-Nya.
Ini adalah bentuk syukur yang dapat membuka pintu keberkahan dan penambahan nikmat dari Allah SWT.
5. Bagaimana Al-Ma’tsurat Mendatangkan Keridhaan Allah SWT?
Keridhaan Allah SWT adalah tujuan utama setiap muslim.
Tapi bagaimana Al-Ma’tsurat bisa membantu kita meraih keridhaan-Nya?
Dalam Al-Ma’tsurat, terdapat dzikir yang berbunyi:
رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُولًا
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul.”
Membaca dzikir ini dengan ikhlas dapat mendatangkan keridhaan Allah SWT.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
“Telah merasakan kelezatan iman orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim No. 34)
Keridhaan Allah SWT ini kemudian akan memotivasi kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan kita sehari-hari.
6. Apakah Benar Al-Ma’tsurat Memberikan Pahala Berlipat?
Pertanyaan ini sering muncul di benak kita.
Jawabannya adalah ya, setiap doa dan dzikir dalam Al-Ma’tsurat memiliki pahala yang besar.
Sebagai contoh, dalam Al-Ma’tsurat terdapat dzikir:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan dzikir ini:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan (pahala), dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.” (HR. Bukhari No. 6406)
Membaca dzikir ini dan dzikir-dzikir lainnya dalam Al-Ma’tsurat secara rutin akan menghasilkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
7. Bagaimana Al-Ma’tsurat Melindungi Kita dari Bahaya?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah tahu bahaya apa yang mungkin mengintai.
Al-Ma’tsurat menawarkan perlindungan spiritual yang kuat dari berbagai bentuk bahaya.
Salah satu doa dalam Al-Ma’tsurat berbunyi:
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang berbahaya baik di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan doa ini:
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ
“Barangsiapa yang mengucapkan (doa tersebut) sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya.” (HR. Abu Dawud No. 5088)
Dengan membaca doa ini dan doa-doa lainnya dalam Al-Ma’tsurat, kita memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai bahaya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
Bagaimana Cara Mengamalkan Al-Ma’tsurat dengan Benar?
Setelah mengetahui berbagai manfaat Al-Ma’tsurat, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mengamalkannya dengan benar?
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita ikuti:
1. Niat yang Ikhlas: Sebelum membaca Al-Ma’tsurat, niatkan dalam hati bahwa kita melakukannya semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
Niat yang ikhlas akan meningkatkan nilai ibadah kita.
2. Waktu yang Tepat: Al-Ma’tsurat sebaiknya dibaca pada waktu pagi (setelah shalat Subuh hingga terbit matahari) dan sore (setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari).
Konsistensi dalam waktu membaca akan membantu kita membiasakan diri.
3. Memahami Makna: Usahakan untuk memahami arti dari setiap doa dan dzikir yang kita baca.
Pemahaman ini akan meningkatkan kualitas ibadah kita dan membantu kita menghayati setiap bacaan.
4. Tartil dan Khusyuk: Bacalah Al-Ma’tsurat dengan tartil (perlahan dan jelas) dan khusyuk.
Ini akan membantu kita meresapi setiap kata yang kita ucapkan.
5. Istiqamah: Berusahalah untuk istiqamah (konsisten) dalam membaca Al-Ma’tsurat setiap hari.
Istiqamah dalam amal yang kecil namun rutin lebih baik daripada amal yang besar namun jarang dilakukan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)
Ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya berdzikir kepada Allah SWT secara rutin, khususnya di waktu pagi dan petang, sebagaimana yang kita lakukan dengan membaca Al-Ma’tsurat.
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, seorang ulama kontemporer, menyatakan: “Dzikir adalah nutrisi spiritual yang memberi kekuatan pada jiwa, sebagaimana makanan memberi kekuatan pada tubuh.”
Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya dzikir, termasuk Al-Ma’tsurat, dalam kehidupan spiritual kita.
Kesimpulan
Al-Ma’tsurat bukan sekadar kumpulan doa dan dzikir biasa.
Ia adalah sarana yang luar biasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, melindungi diri dari bahaya, mendatangkan keberkahan, dan meraih ketenangan jiwa.
Dengan mengamalkan Al-Ma’tsurat secara rutin dan benar, kita dapat merasakan transformasi spiritual yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.
Manfaat Al-Ma’tsurat yang telah kita bahas meliputi perlindungan rumah dari gangguan setan, pemenuhan kebutuhan hidup, penyempurnaan nikmat, bentuk syukur kepada Allah SWT, mendatangkan keridhaan Allah SWT, perolehan pahala berlipat, dan perlindungan dari bahaya.
Semua ini menunjukkan betapa berharganya amalan ini dalam kehidupan seorang muslim.
Penutup
Marilah kita bersama-sama memulai atau meningkatkan amalan Al-Ma’tsurat dalam kehidupan kita.
Setiap langkah kecil yang kita ambil dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT akan membawa perubahan besar dalam hidup kita.
Semoga dengan mengamalkan Al-Ma’tsurat, kita dapat meraih ketenangan jiwa, kedekatan dengan Allah SWT, dan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan kita.
Ayo Mulai Mengamalkan Al-Ma’tsurat Hari Ini!
Setelah memahami manfaat luar biasa dari Al-Ma’tsurat, mengapa kita tidak mulai mengamalkannya hari ini juga?
Mulailah dengan membaca Al-Ma’tsurat setiap pagi setelah shalat Subuh dan sore setelah shalat Ashar.
Jika belum hafal, tidak ada salahnya membaca dari buku atau aplikasi Al-Ma’tsurat.
Yang terpenting adalah niat dan konsistensi kita dalam mengamalkannya.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meridhai langkah kita dalam mendekatkan diri kepada-Nya.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.