Sebanyak 120 santri Kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) Pesantren Darunnajah 2 Cipining melaksanakan kunjungan studi intensif bertajuk Rihlah Munazhomah pada 29 Juni-1 Juli 2025. Kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ini dipandang krusial sebagai momentum untuk mendalami sistem keorganisasian modern yang telah teruji dalam mencetak kader pemimpin. Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat jiwa kemandirian dan semangat ukhuwah islamiyah antar sesama santri.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) sebagai pembelajaran langsung mengenai sistem pendidikan Gontor, kegiatan ini juga memberikan kesempatan berinteraksi dengan kurikulum kepemimpinan yang sudah mapan. Dalam sesi pembekalan, Ustadz Muhammad Hanif Hafidz, S.Ag., perwakilan Pimpinan PMDG, menekankan filosofi dasar kehidupan santri. Beliau menyebutkan, pesantren adalah hasil perjuangan kyai untuk mencetak alim ulama dan santri adalah anak-anak pilihan Allah. Pimpinan PMDG juga menegaskan bahwa pemimpin sejati harus siap memimpin dan siap dipimpin, yang merupakan esensi dari semangat ikhlas dan kepatuhan.
Selain meningkatkan pemahaman tentang sistem keorganisasian, program ini juga berupaya menguatkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian kolektif santri. Prinsip “Mandiri dalam kebersamaan dan kebersamaan dalam kemandirian” menjadi poin penting yang diserap peserta Kelas 6 TMI.
Para peserta study banding yang juga didampingi beberapa asatidz pembimbing tersebut juga langsung observasi lapangan. Mereka dengan semangat 45 mendatangi kantor-kantor organisasi hingga ektrakurikuler. Tampak pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) merespon dan menanggapi sesi interview dan bincang santai tersebut dengan baik
“Hidupilah pondok, jangan menggantungkan hidup pada pondok” sebagai landasan pengabdian. Pengalaman berharga ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengembangan organisasi di Pesantren Darunnajah 2 Cipining selanjutnya.




