Menempa Jiwa Kepemimpinan: Pelantikan Pengurus OSDC & KGP

Aula kampus 3 Pesantren Darunnajah 2 Cipining menyaksikan pelantikan bersejarah 91 santri kelas 5 TMI sebagai pengurus Organisasi Santri Darunnajah 2 Cipining (OSDC) periode 2025-2026. Acara yang digelar Ahad, 12 Januari 2025, dipimpin Wakil Pengasuh Putra Pesantren, Ust. Dr. H. Musthafa Zahir Lc., MA.

Pelantikan menandai pergantian kepemimpinan sekaligus momentum penanaman nilai kepesantrenan. Prosesi diawali pembacaan ikrar yang menggema di seluruh aula. Para santri terpilih menunduk khusyuk, menyerap makna sumpah yang mengikat mereka pada amanah mulia. Ikrar menjadi janji suci dan refleksi mendalam tentang esensi kepemimpinan Islam yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Haris al Hauzan dan Uwais Al Qorni resmi ditetapkan sebagai ketua OSDC setelah seleksi ketat selama dua bulan. Perjalanan dimulai pemilihan kandidat 1 November 2024, dilanjutkan serangkaian tahapan hingga debat kandidat 2 Januari 2025.

Direktur Pengasuhan Santri Putra, Ust. Solehudin, S.Pd., menekankan filosofi kepemimpinan. “Kalian selain memimpin organisasi, juga belajar memimpin diri sendiri. Amanah ini madrasah kepemimpinan yang membentuk karakter kalian sebagai pemimpin masa depan,” ujarnya penuh semangat.

Kepala Sekolah MA Darunnajah 2 Cipining, Ust. Imam Ghazali, S.Pd., berdoa agar pengurus menjadi cermin kebaikan. “Semoga Allah SWT memberikan hikmah dan kekuatan untuk menjadi pemimpin amanah, adil, dan mengayomi,” pintanya khusyuk.

Kegiatan berlanjut dengan pertemuan rutin setiap Senin malam per divisi untuk evaluasi kinerja dan tausiyah dari kepala asrama. Pengurus dibekali pemahaman kepemimpinan Islam, teknik komunikasi efektif, dan manajemen organisasi.

Pelantikan OSDC menjadi momentum penanaman nilai adab, bahasa, dan keteladanan. Pengurus diharapkan mengayomi adik kelas, membangun budaya organisasi berprinsip pesantren. Mereka menjadi eksekutor program sekaligus uswah hasanah bagi santri lainnya.

Peristiwa mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari pengabdian dan pengorbanan. Bagi santri pesantren, menjadi pengurus adalah ladang amal dan sekolah kehidupan yang mengajarkan tanggung jawab, keikhlasan, dan seni memimpin dengan hati nurani.

Mari mendoakan pengurus OSDC menunaikan amanah dengan baik, menghadirkan perubahan positif, dan menginspirasi generasi berikutnya menjunjung tinggi nilai kepesantrenan.