Melengkapi Sarana Ibadah Santri Putra, Masjid Wakaf dibangun di Titik Horizon Melengkapi Sarana Ibadah Santri Putra, Masjid Wakaf dibangun di Titik Horizon

Melengkapi Sarana Ibadah Santri Putra, Masjid Wakaf dibangun di Titik Horizon

Terdapat di puncak bukit kawasan Horizon, sebuah masjid mulai dibangun sejak 8 Oktober 2025. Bangunan masjid wakaf ini dirancang menampung 650 hingga 700 jamaah, dengan sebagian besar dana berasal dari Lembaga Robithoh, donatur asal Arab Saudi yang menggandeng Yayasan Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Lokasinya dipilih untuk memudahkan wali santri dan tamu, sekaligus mewujudkan cita-cita lama pimpinan pesantren menjadikan kawasan itu sebagai pusat belajar dan dakwah.

Ide ini bermula dari keinginan ketiga wakil pengasuh, yang kemudian didukung pimpinan pusat dan yayasan. Dari situ dibentuk tim pembangunan yang dipimpin Ustadz Trimo dan Ustadz Munir. Tim lalu menggerakkan wakaf, hingga seorang donatur dari Arab Saudi datang membawa cetak biru pembangunan masjid dan menyatakan kesiapannya membangun di Cipining.

Melengkapi Sarana Ibadah Santri Putra, Masjid Wakaf dibangun di Titik Horizon

Menurut keterangan tim, niat di balik bantuan itu sederhana: agar Islam semakin jaya dan modern. Demi menambah dana, donatur bahkan disebut rela menjual mobilnya. Selain ruang utama untuk salat, kompleks masjid juga dirancang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain:

  • Tempat wudu (midhah) berstandar mewah.
  • Tiga ruang madrasah.
  • Satu rumah imam.
  • Tiga pintu ruko mini.

Posisi masjid di puncak bukit dengan pemandangan terbuka dinilai cocok karena berdiri di atas tanah asli, bukan tanah urug. Kawasan ini juga diharapkan menjadi tempat persinggahan bagi musafir yang menempuh perjalanan jauh. Antusiasme warga pesantren pun mulai terasa, terlihat dari banyaknya pihak yang mengantarkan sedekah makanan untuk para pekerja di lokasi pembangunan.

Tim menargetkan pembangunan rampung dalam delapan bulan, atau paling lambat satu tahun. Jalur menuju lokasi terus diperbaiki agar akses semakin mudah. Bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan masjid di puncak bukit ini, kesempatan untuk berwakaf masih terbuka lebar.

Donatur (Al-Wahib) pembangunan masjid ini adalah Abdullah Bin Saud Al-Baidhani Al-Harbi dari Arab Saudi, untuk proyek pembangunan di Indonesia.