Melatih Anak Menjadi Pemimpin

Melatih Anak Menjadi Pemimpin

Lihatlah hasil karya meronce kami di Sentra Seni TK Islam Darunnajah
Lihatlah hasil karya meronce kami di Sentra Seni TK Islam Darunnajah

Kepemimpinan,

Hari ini adalah hari pestanya demokrasi untuk Indonesia. Pesta memilih presiden untuk Indonesia, presiden yang akan memimpin Indonesia menjadi negara yang maju, modern dan tetap dalam keislamannya. Siapapun yang akan terpilih menjadi pemimpin, semoga bisa memperbaiki Indonesia menjadi lebih baik. Amin …

Apa itu kepemimpinan bagi anak? Kepemimpinan adalah suatu sistem ketika kita mampu mengatur suatu kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Pemimpin bukan hanya seorang presiden atau kepala rumah tangga, melainkan yang dimaksud kepemimpinan yakni kita mampu mengatur diri kita agar mampu mengendalikan suasana lingkungan di luar misal kita berani bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan serta kita mampu bekerja sama dengan lingkungan sekitar dalam hal apa pun. Anak berjiwa pemimpin berarti seseorang dapat mengenal dirinya dengan baik sehingga mampu meregulasi dirinya dengan baik juga. Hal ini lah yang di sebut self leadership.

Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nolte:

  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri
  • Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri
  • Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya
  • Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri
  • Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka  ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya.

Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi menjadi seorang pemimpin. Maka dari itu, keterampilan memimpin pada anak harus diterapkan sejak dini sebagai landasan yang kokoh untuk mewujudkan mimpi serta tujuan hidupnya.

Jiwa kepemimpinan pada anak dapat melatih rasa tanggung jawab, disiplin, dan ketekunan yang bermanfaat untuk masa depan anak. “Orangtua dan guru masih ada yang lebih memikirkan tentang prestasi akademik semata. Padahal sebenarnya, pengembangan karakter dan jiwa kepemimpinan anak yang dikembangkan dengan tepat akan sangat membantu prestasi anak,” kata Bill McIntyre, Director of International Education Practice Franklin Covey dalam seminar guru dan kepala sekolah “The Leader in Me” di Kuningan, Sabtu (5/4/2014) lalu.

“Melatih kepemimpinan pada anak bukan yang memimpin temannya, tapi pada dirinya sendiri,”

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh orangtua untuk mendidik anaknya agar bisa menjadi pemimpin.

1. Tumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang sudah dimulai sejak bayi.

2. Kembangkan Kemampuan berkomunikasi. Stimulasinya dengan cara bergaul dengan teman-temannya dan diajak banyak bicara, serta banyak ditanya. Hal ini dimulai usia satu tahun ke atas.

3. Anak dianjurkan untuk ambil kebutusan sendiri.

4. Ajak anak untuk bersosialisasi. Tingkat sosialisasi anak akan baik setelah usia 3 tahun, karena kemampuan sosialisasi anak usia 3 tahun ke bawah masih bersifat egocentrism yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat pemikirannya.

Stimulasi untuk mengasah kepemimpinan pada anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional antara lain petak umpet, karena mengasah otaknya untuk mengatur strategi, permainan ular naga, atau permainan lainnya. Stimulasi melalui permainan tradisional kepada anak, katanya, juga dalam rangka mengenalkan budaya Indonesia sejak dini kepada anak.

 

Pendaftaran Santri Baru