Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam. Norma tentang adab ini digunakan dalam pergaulan antarmanusia, antartetangga, dan antarkaum.

Sebutan orang beradab sesungguhnya berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang adab atau sopan santun yang ditentukan dalam agama Islam. Namun, dalam perkembangannya, kata beradab dan tidak beradab dikaitkan dari segi kesopanan secara umum dan tidak khusus digabungkan dalam agama Islam.

Manakah Yang Lebih Utama, Adab Dulu ataukah Ilmu Dulu?

Ada sebuah kisah yang menceritakan kepada kita tentang Adab dulu ataukah Ilmu dulu yang harus kita utamakan.

Suatu hari Imam Syafi’i telah selesai dari belajarnya, yang dimana imam Syafi’i saat itu baru saja menuntut ilmu dari Imam Malik bin Anas. Ketika pulang dari belajarnya, beliau menuju rumah karena rindu dengan ibunya.

Sampai di depan rumah, Imam Syafi’i mengetuk pintu rumah dan mengucap salam, “Assalamu’alaikum…”
Dijawab oleh Ibunya : “Wa’alaikumussalam. Siapa diluar sana?”
Dijawab oleh beliau :  “Muhammad bin Idris Asy Syafi’i.”

Lalu Ibunda belum membukakan pintu untuknya. Maka, ditanya lagi olehnya. Apa yang engkau bawa?
Maka dijawab oleh Imam Syafi’I : “Aku pulang membawa ilmu dan adab.”

Lalu ibunda berkata; “Pergilah kamu ke gurumu lagi dan jangan pulang dulu.”
Maka Imam Syafi’i kembali lagi kepada gurunya yaitu Imam Malik bin Anas, lalu menceritakan kejadian tersebut.
Imam Malik bin Anas mendengar itu lalu berkata; “Seharusnya engkau menjawab, Aku pulang membawa adab dan ilmu, sebab yang harus kamu dului adalah adab baru ilmu.”

الادب فوق العلم

“Adab lebih tinggi derajatnya daripada Ilmu”

(DN.COM/arulanisrullh)