Majlis Ilmu

Latar belakang

majlis ilmu, Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Pondok Pesantren, Pesantren Nurul Ilmi, Nurul Ilmi, Darunnajah, SMK Darunnajah, SMP Darunnajah
Pesantren Nurul Ilmi

Majlis ilmu adalah nama  kegiatan  kajian  ba’da subuh  dewan guru  Pondok Pesantren  Nurul Ilmi Darunnajah 14. Ide  mengadakkan  kegiatan  kajian ini  berawal  dari  pemikiran  bahwa  salah satu alasan seorang  guru disebut  guru ideal adalah guru  yang terus mau belajar  dan  selalu  memperkaya  dirinya dengan  pengetahuan-pengetahuan  baru  dengan tujuan  proses  pendidikan  dan pengajaran  akan menjadi lebih  variatif, inofatif dan inspiratif. Juga menciptakan  hal-hal yang menyenangkan  sehingga tidak  menumbuhkan  rasa  bosan  dan  malas  dalam diri setiap  anak didik.  Dalam majlis  ini setiap guru  tidak hanya diberikan  kesempatan  menjadi  pemateri  dengan  materi-materi  yang  telah  ditentukan, tetapi  setiap  guru juga  diberikan  kebebasan  dalam  memilih  materi  yang akan disampaikan terutama  yang berhubungan  dengan  isu-isu  kontemporer. Lebih khusus majlis ini  bertujuan  untuk  mengkaji  tema-tema  spiritual keagamaan  demi  mengisi  jiwa-jiwa kosong  yang haus akan nilai-nilai spiritual.

Tujuan

Di era modern ini kita jumpai permasalahan  yang berkembang  di masyarakat  sangat  beragam  dan kompleks  sehingga  menuntut  manusia-manusia  yang berkualitas  untuk  menyelesaikan  masalah tersebut. Pesantren  sebagai  subuah  lembaga  yang  bergerak  dalam bidang  pendidikan  sejak  petama kali kemunculannya  di  nusantara ini  selalu  berusaha  ikut  berperan  serta  dalam  mengatasi  masalah-masalah  yang berkembang  di  masyarakat  dengan  cara  membentuk  dan mencetak  manusia-manusia  unggul.    Dengan bermodalkan  ilmu  yang  diperoleh  di pesantren  dan   ditopang  dengan kekuatan iman, maka  Pesantren  diharapkan  dapat  berbuat  lebih  melalui  para alumni-alumninya. Nah, untuk  mencetak  alumni yang  berkualitas  mutlak  diperlukan  guru-guru  yang berkualitas  pula. Sehingga  seorang  guru dituntut  untuk bisa minimal lebih dari satu atau dua  keahlian  bahkan lebih dari itu. meminjam  ucapan  kepala sekolah  SMK Darunnajah,  Ustadz  Fajar Suryono  ‘’guru yang  multitalent’’ sebagai modal utama sebelum terjun langsung  dalam dunia  pendidikan formal maupun non formal (baca:masyarakat). Lebih penting  seorang  guru harus  menyadari  bahwa  tugas  dan  tanggung jawabnya  lebih dari  sekedar  mengajar dan  mendidik, tetapi lebih  dari itu  guru adalah  penyambung  lisan atau penyampai  risalah  suci para nabi dan  rasul. Karena  risalah  itu datangnya  dari  Allah, Tuhan  penggenggam  semesta alam. Maka  nasihat, pesan dan  wejangan  seorang  guru pada  hakikatnya  adalah merupakan  titah suci ilahi  yang  layak  di dengar dan  diamalkan. Di akhir tulisan pendek ini  penulis  ingin mengutip  ucapan Iman  Ali bin Abi Thalib, dalam Nahjul  Balaghah beliau mengatakan : ‘’Barang  siapa  menempatkan  dirinya sebagai  pemimpin  rakyat, ia  harus  mulai  mendidik  dirinya  sendiri  sebelum  mendidik  orang lain; dan  pelajarannya  haruslah  melalui perilakunya  sendiri  sebelum  mengajar  dengan lidah. Orang  yang  mendidik  dan  melatih  dirinya  sendiri  lebih  berhak  mendapat  penghormatan  ketimbang  orang  yang  mendidik  dan melatih  orang lain. Allahu a’lam..

By : Nurul Ilmi