Seperti para santri pelajari bahwa perintah belajar sangatlah ditekankah oleh Allah beserta Rasulullah. Maka wujud implementasi dari perintah tersebut, para santri mendapatkan dorongan dan dukungan dari pesantren, terutama dalam hal ini adalah biro pendidikan Darunnajah Cipining yang saat ini dikomandoi oleh Ustadz Faruq Absahori, S.Pd.I. Upaya pendisiplinan santri terus ditingkatkan dengan sistem akurat terutama dimulai dari waktu masuk kelas.

“Asyiknya belajar bersama teman yaitu bisa berbagi ilmu dan bertukar fikiran satu sama lain” begitu ujar Kurniati Muharom Amir santriwati kelas 5 TMI (XI MA) yang sedang mengikuti proses KBM di Darunajah Cipining, Senin (14/02/2011) lalu.
Maka potret belajar di pesantren Darunnajah Cipining, menjadi salah satu warna proses pendidikan yang tengah dilakukan pesantren. Karena selain belajar di kelas, kegiatan di luar kelas juga diarahkan menuju pelengkap (komplementer) paket belajar di kelas itu sendiri. Selain menerapkan pola Iqro (membaca) sebagai wahana menyerap ilmu kontekstual, pesantren juga menyelenggarakan proses menuntut ilmu secara aplikatif sebagai latihan sehingga nantinya menjadi sebuah pengalaman. Bukankah dalam salah satu petuah kehidupan mengatakan, experience is the best teacher? Dorongan dan motivasi tiada henti-hentinya dari para ustadz dan ustadzah demi mewujudkan generasi yang berhasil dan sukses menjadi oksigen yang selalu membetahkan santri agar bersungguh-sungguh belajar.
Santriwan dan santriwati sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran ini walaupun kadang malas menghantui fikiran mereka. Dalam menyikapi hal ini pula, pimpinan pesantren dalam setiap kesempatan memberikan nasihat selalu mengatakan, bahwa belajar di pesantren adalah bentuk “Jihad fii sabilillah”. Jihad yang satu-satunya pahala adalah syurga.

“Di dalam kehidupan yang kami jalani di pesantren. Kami juga dituntut untuk bisa memanage waktu dengan baik karna bukan hanya belajar pelajaran yang harus kami geluti tapi berbagai macam kegiatan pun harus kami ikuti. Hal itu merupakan syarat agar kami bisa mengembangkan intelegensi antara otak kanan dan otak kiri” kata Putri menjelaskan.
Kualitas pendidikan santri juga menjadi sangat urgen karena harus menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Jadi selain belajar dengan sungguh-sungguh, para santri giat beribadah untuk meminta pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT. Begitulah urgensi sebuah pendidikan di pesantren Darunnajah Cipining. (Warna/Putri Khoirunnisa)