Lebih dari Tiga Pekan Berlomba, Satu Pagi untuk Bersyukur Lebih dari Tiga Pekan Berlomba, Satu Pagi untuk Bersyukur

Lebih dari Tiga Pekan Berlomba, Satu Pagi untuk Bersyukur

Konsep Otomatis

Jumat pagi, 2 Oktober 2026, Lapangan Horizon Kampus 3 dipenuhi para santri. Mereka hadir dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk menutup rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy ke-39. Acara ini sekaligus menjadi momen pembagian hadiah lomba. Departemen Pengasuhan Santri menyelenggarakannya sebagai wujud syukur atas kegiatan yang berlangsung lebih dari tiga pekan.

Selain para santri, beberapa ustadz yang ditunjuk ikut hadir di lapangan. Kehadiran para asatidz memperlihatkan bahwa kegiatan ini dijalani bersama antara santri dan para pendidiknya. Al-Ustadz Sholehudin, S.Pd, hadir sebagai pembicara dalam acara penutupan tersebut. Seluruh peserta mengikuti jalannya acara dengan aktif.

Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy ke-39 berlangsung selama lebih dari tiga pekan di lingkungan Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Selama masa itu, santri mengikuti berbagai perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Penutupan di lapangan ini menjadi titik temu dari seluruh proses tersebut. Di tempat inilah hasil usaha para santri dihargai dalam bentuk hadiah.

Acara ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya seluruh rangkaian Khutbatul Arsy dari awal hingga akhir. Kedua, memberikan penghargaan kepada santri atas capaian mereka dalam lomba yang diikuti. Dengan cara ini, kerja keras selama lebih dari tiga pekan mendapat apresiasi secara langsung di hadapan teman dan guru.

Rasa syukur memang menempati tempat penting dalam ajaran Islam. Al-Qur’an dalam Surah Ibrahim ayat 7 menyebutkan bahwa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat. Pesan itu terasa dekat dengan suasana pagi tersebut. Santri diajak berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui, lalu menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT.

Perlombaan di lingkungan Pesantren juga menjadi ruang belajar. Melalui lomba, santri berlatih disiplin, bekerja sama, dan menerima hasil dengan lapang dada, baik saat menang maupun belum menang. Hadiah yang dibagikan hari itu menjadi tanda dari proses panjang tersebut. Nilai terbesarnya terletak pada perjalanan yang telah ditempuh, bukan pada piala semata.

Acara penutupan berjalan lancar. Para santri mengikuti setiap bagian acara dengan aktif, mulai dari berkumpul hingga penyerahan hadiah. Suasana kebersamaan di lapangan terbuka itu menutup rangkaian Pekan Perkenalan dengan baik. Kegiatan yang panjang pun berakhir dengan rasa syukur, bukan kelelahan.

Dengan berakhirnya Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy ke-39, para santri membawa pulang pengalaman dan pelajaran dari setiap lomba yang mereka ikuti. Semoga semangat itu terus terjaga dalam keseharian di Pesantren. Mari doakan dan dukung putra-putri kita agar terus berproses dengan sungguh-sungguh. Ikuti pula kabar dan dokumentasi kegiatan Pesantren melalui website resmi.