LDK, to be continue…!!!

Antusias para peserta LDK benar-benar terbukti saat mengikuti beberapa session pelatihan pada hari Jum’at  (14/01/11). Berbagai materi yang telah diberikan oleh para trainer sangat bermanfaat bagi para peserta karna mereka menjadi mengerti bagaimana cara  mengatur  organisasi yang sedang dijalankan agar berjalan lebih baik lagi.

Muhasabah, Menimbang Diri dan Hati

Di hari kedua ini, Ust.Amin Songgirin, S.H.I. membawakan materi tentang kesekretariatan. Secara gamblang, beliau menjelaskan bahwa tugas seorang sekertaris dalam organisasi bukan hanya berurusan dengan surat, entah itu membuat surat atau mendokumentasikan surat, melainkan tugas seorang sekertaris adalah mengatur jadwal kegiatan, pertemuan, dll.

Selain itu seorang sekertaris juga harus memiliki wajah yang ramah dan harus sering membaca kabar berita yang up to date agar memiliki wawasan yang luas. Hal ini dapat menambah bahan untuk mengambil kebijakan atau strategi organisasi dalam point-point soal isu. Setelah menjabarkan beberapa pengertian tentang kesekretariatan tibalah di penghujung presentasi. Sang moderator, Ustadz Khusnul Mubarok memberikan beberapa termin pertanyaan.

Berlangsung ke session kedua oleh  Ustadz Mudatsir, S.H.I yang menyampaikan materi dengan tema Manajemen Keuangan. Di bagian ini sang trainer menjelaskan beberapa hal tentang bagaimana cara yang tepat dalam mengatur sistem keuangan dari mulai menjelaskan pengertian debet, kredit, dsb. Sebelum ditutup, pada termin pertanyaan, seluruh santri terlihat berlomba mengangkat tangan mereka, namun moderator hanya memberikan kesempatan kepada Siti istiqomah, Noviana Anggraeni, dan tiga orang lainnya.

Mengenal Alam Saat Malam

Selang beberapa jam untuk istirahat dan sholat Dzuhur, acara ini kembali dilanjutkan. Tampil seorang trainer bernama Ahmad Dzawil Faza, alumnus Darunnjah 2 Cipining angkatan 14 yang kini tercatat sebagai mahasiswa kampus SEBI. Kak Faza, nama akrab alumnus ini, membawakan materi tentang bagaimana mengadakan sebuah event dalam materi ‘Event Organizer’. Point yang disampaikan di antaranya adalah soal pembuatan analisa, membuat proposal, persiapan panitia, komunikasi pemasaran, budgeting, sponsorship dll.

Selain itu Kak Faza juga  mengajarkan para peserta tentang beberapa pengertian serta jenis konflik. Menambah serunya kegiatan indoor tersebut, trainer memberikan beberapa games dan video klip yang menarik bersangkutan dengan materi yang disampaikan. Pesertapun sangat antusias serta terus berpartisipasi aktif hingga usai.

Acarapun kembali dimulai malam harinya juga oleh trainer dari alumni angkatan ke-15 yaitu Raden Rino Agus Saputra. Dalam session tersebut, trainer yang telah malang melintang di dunia seminar dan pelatihan meberikan materi tentang bagaimana menjadi leader yang sesungguhnya. Di antaranya adalah pemimpin yang selalu mementingkan kepentingan umum, pemimpin yang selalu optimis dan memberikan pengaruh yang positif bagi para anggotanya, pemimpin yang tak pernah berhenti untuk belajar dll. Acara inipun semakin meriah karna diiringi dengan lagu ‘Laskar Pelangi‘ oleh Band Nidji.

Setelah sessien ini selesai para peserta langsung bergegas dan mulai merajut mimpi masing-masing. Menjelang pukul 01.00 WIB dini hari sampailah pada acara Jurit Malam.  Peserta dibangunkan dan langsung mendapat intruksi dari panitia agar menutup matanya masing-masing. Menreka diajak untuk mengelilingi sekitar  pesantren dan tujuan utamanya adalah lapagan sepak bola yang berada di kampus 2.

Jurit Malam, Jerit Mental

Renungan malam menjadi agenda penutup. Renungan malam ini dibawakan oleh Ustadz Muhammad Musta’in Billah. Dalam renungan ini, petugas mengajak peserta untuk membuka diri mengakui segala kelemahan dan kekurangan sembari berharap agar semua itu menjadi pacu untuk menggapai sukses. Para pesertapun sangat terharu dengan acara renungan malam ini karna mereka diajak langsung berinteraksi dengan malam dan alam. Menjelang Shubuh, acara ini ditutup dengan bersama-sama pergi ke masjid untuk shalat Shubuh berjama’ah.

(Warna/Putri Khoirunnisa & Noviana Anggraeni)