Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc menghadiri Simposium Nasional Reposisi Strategis Pesantren dalam Pembangunan Indonesia Abad XXI. Simposium diselenggarakan oleh lembaga Aspirasi Indonesia yang diketuai oleh Dr. H. Adhyaksa Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 16 s.d 17 Desember 2012, bertempat di Sawangan Golf Hotel and Resort, Depok. Dalam kesempatan ini Pak Kyai didampingi oleh Kepala Biro Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) ustadz H. Musthofa Zahir, S.Pd.I, Lc.
Simposium bertujuan antara lain untuk menggagas lahirnya Undang-Undang (UU) Pesantren. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Ketua Umum Aspirasi Indonesia dalam press release-nya Kamis 13 Desember 2012. Peran pesantren dan kontribusi alumninya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa dan negara tercinta amat besar. Namun demikian pengakuan dan perhatian negara secara formal belumlah terasa, terutama eksistensinya sebagai sistem pendidikan. Bahkan, akhir-akhir ini, justru yang muncul adalah stigma pesantren sebagai biang intoleransi, pemikiran radikal, dan sarang teroris. Pesantren juga mengalami marjinalisasi dan kriminalisasi.
Sebenarnya upaya mengatur pendidikan pesantren telah coba dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 3 Tahun 2012. Draf Permenag itu sebelumnya sudah beberapa kali dimintakan masukan dan perbaikan kepada Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah (FKPM). Tetapi ternyata outputnya dianggap diskriminatif dan tidak komprehensif oleh FKPM, sehingga ditolak karena tidak sesuai aspirasi di lapangan. Pesantren dianggap hanya sebagai wadah pendidikan. Padahal Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengakui eksistensinya sebagai sistem pendidikan nasional.
Simposium dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Ir. H. Hatta Radjasa, Ahad, 16 Desember 2012. Beliau sekaligus menyampaikan keynote speech. Dalam pembukaan disampaikan juga sambutan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Simposium menghadirkan para pakar dan praktisi pendidikan pesantren sebagai narasumbernya, yaitu Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A (Ketua Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah dan Wakil Rektor Institut Studi Islam Darussalam [ISID] Gontor), Dr. Amirsyah Tambunan (Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Pusat), Dr. H. Husnan Bey Fananie, M.A (Anggota DPR RI), Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si (Pimpinan Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta), Prof. Dr. Dedi Djubaedi, M.Ag (Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag), Dr HC Ary Ginanjar Agustian (ESQ), dan Dr. K.H. Idris Abdul Shomad, M.A.
Simposium ditutup oleh Dr. H. Adhyaksa Dault, Senin, 17 Desember 2012 malam. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan sambutan Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. [WARDAN/Mufti]