Kunjungan Kehormatan Dari Madinah Al Munawwarah

Kunjungan Kehormatan Dari Madinah Al Munawwarah

Ahad, 17 Syawwal 1431 H / 26 September 2010 M pesantren Darunnajah Cipining mendapat kunjungan kehormatan salah-satu masyayikh dari Universitas Islam Madinah Arab Saudi. Beliau adalah Prof. Dr. Ali Zahroni yang notabene ketua progam Pasca Sarjana di perguruan tinggi terkemuka di dunia islam tersebut.

Orasi Ilmiah Yang Mencerahkan dan Membangkitkan Ghirrah!

Kedatangan syaikh Ali menjelang pukul 13.00 wib mendapat sambutan hangat dari pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Di ruang tamu, terjadi dialog yang sangat akrab diantara kedua tokoh tersebut, terlebih lagi setelah keduanya saling mengetahui pernah menuntut ilmu di Universitas Ummul Qura Makkah Al Mukarramah.

Pertemuan Nan Indah Karena Ukhuwwah Imaniyyah!

Menjelang pukul 14.00 wib delegasi dari Madinah tersebut menuju aula pertemuan di dampingi pimpinan pesantren sembari melihat dari dekat lingkungan asrama santri tahfidz Al Qur’an. Di Aula pertemuan. tampak telah menunggu dengan hormat dan semangat para asatidz , kyai, dai, imam dan khatib. Mereka berasal dari desa-desa di sekitar pesantren.

Dalam pertemuan yang dipandu oleh ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom ini diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan pimpinan pesantren. Kyai Jamhari sangat berbahagia dengan kedatangan tamu dari kota Nabi tersebut. “Ketika kami mengetahui keberadaan Syaikh Ali di Darunnajah Jakarta, maka kami segera mengundang beliau kesini agar bapak-bapak para kyai dapat bertanya langsung berbagai permasalahan agama kepada nara sumbernya langsung!” ungkap suami Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar ini.

Masih dalam sambutan yang disampaikan secara bergantian antara bahasa Arab dan Indonesia atau sebaliknya, pimpinan pesantren juga menjelaskan profile pendidikan di pesantren Darunnajah Cipining yang bervisi membentuk generasi IMAMA (Imam/Pemimpin, Muttaqin/orang yang Bertaqwa, ‘Alim/Orang yang berilmu, Muballigh/Penyampai risalah Islamiyyah dan ‘Amil/Terampil mengamalkan ilmu). Kyai asal Kendal ini juga menyampaikan program unggulan terbaru yaitu Tahfidz plus TMI.

Ahlan Wa Sahlan Ya Syaikh Fi Ma'hadina!

Selanjutnya, dengan didampingi penerjemah Ust. Musthafa Dzahir Jamhari, S.Pd.I syekh Ali Zahroni menyampaikan orasi ilmiahnya dengan bahasa arab yang fasih, elegan dan indah. Tampak sebagian hadirin mengangguk-anggukkan kepala tanda takjub dan setuju dengan pernyataan syekh yang mengingatkan pentingnya menjaga kualitas keimanan, kesucian diri seorang muslim dan juga tanggung-jawab para dai yang berat namun mulia.

Di Ruang Tamu: Rehat Dan Berbincang Akrab Sebelum Pertemuan.

Dalam kesempatan Tanya-jawab ada beberapa pertanyaan yang disampaikan dari perwakilan hadirin, antara lain tentang hukum merokok. Dan beliau menjawab dengan lugas bahwa orang yang berakal sehat pasti dapat memahami bahwa rokok itu dapat mengganggu kesehatan tubuh,sepeti yang sudah dimaklum para dokterpun sudah sepakat akan bahayanya rokok tersebut.

Dan ketika ditanya bagaimana hukum orang yang tidur ketika khutbah Jum’at sedang dilaksankan?, yang mulia menjawab dengan berbalik bertanya: mengapa orang tersebut tidur pada saat khutbah jum’at dilaksanakan?, masih menurut syaikh Ali, bisa jadi karena bahasa penyampaianya tidak bisa difahami oleh para pendengar, materi khutbah yang monoton dan tidak bervariasi serta out of date, atau juga cara penyampainya yang kurang menarik. (WARDAN/Mr.MIM)

Syekh Ali: Tangungg-jawab Dai itu Berat Namun Mulia!

Pendaftaran Santri Baru