Pimpinan Pesantren Darunnajah bersama tokoh penting Darunnajah dikukuhkan menjadi pendekar kehormatan perguruan bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Para tokoh tersebut dilantik langsung oleh Pendekar Besar Tapak Suci, Afnan Hadikusumo, cucu dari Ki Bagus Hadikusumo.
“Pada hari ini, Senin bertepatan dengan 21 Juli 2025 atau 26 Muharram 1447 H bertempat di Pondok Pesantren Madinatunnajah, Jl. Sumatera, Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, atas nama Tapak Suci Putera Muhammadiyah dengan ini saya melantik saudara-saudara menjadi pendekar kehormatan perguruan seni bela diri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah, semoga Allah SWT seantiasa menganugerahi hidayah kepada kalian,” kata Afnan Hadikusumo di Ponpes Madinatunnajah, Senin (21/7/2025).
Tujuh tokoh yang dilantik adalah Drs. KH. Mustofa Hadi Chirzin, M.Pd. (anggota dewan nazir Darunnajah), K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. (pimpinan pesantren Darunnajah), Dr. H. Musthafa Zahir, S.Pd.I., Lc., MA. (wakil pengasuh Darunnajah 2 Cipining), Dr. Much Hasan Darojat (Rektor Universitas Darunnajah), Ustadz Miftahudin, S.Pd.I. (wakil pengasuh Darunnajah 14 Serang), K.H. Nur Ahmad (pengasuh Muhammadiyah Boarding School Jampang), dan K.H. Muhammad Agus Ghofurrohim (Pimpinan Ponpes Madinatunnajah Jombang).
Dalam pelantikan itu, para tokoh diberikan sabuk dan gelar pendekar kehormatan. Pada kesempatan itu mereka juga mengucapkan sumpah pendekar kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
K.H. Hadiyanto Arief menegaskan pentingnya bekal dakwah yang dilengkapi kesiapan fisik.
“Santri tidak hanya harus cerdas dan alim, tetapi juga kuat, siap terjun ke tengah masyarakat, bahkan di medan yang penuh risiko. Bekal dakwah di masa kini harus dilengkapi dengan kesiapan fisik dan ketangguhan mental,” ujar K.H. Hadiyanto Arief.
Afnan Hadikusumo dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan bela diri merupakan strategi dakwah jangka panjang.
“Ini bukan hanya soal silat, ini tentang membangun generasi muda Islam yang punya ketahanan diri, semangat juang, dan nilai-nilai kepahlawanan seperti yang diwariskan oleh Ki Bagus Hadikusumo dan para pendiri Muhammadiyah,” tegasnya.
Acara pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pimwil XXXII Banten yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Madinatunnajah, bagian dari jaringan Pesantren Darunnajah.
