Kuliah Umum Khutbatul ‘Arsy Seluruh Santri 2026

Kuliah Umum Khutbatul ‘Arsy Seluruh Santri 2026

Pukul 06.45 WIB, Aula Kampus 3 seketika senyap. Ribuan santri putra berdiri dalam sikap sempurna, tanpa gerak, saat “Hymne Oh Pondokku” berkumandang. Pemandangan itu membuka Kuliah Umum Khutbatul Arsy (KA) yang digelar Senin hingga Selasa, 3–4 Agustus 2026. Forum dua hari tersebut diselenggarakan Panitia Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy ke-39 dengan satu tujuan: menanamkan dan menyatukan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Sebab di pondok, arah perjalanan memang perlu disepakati sebelum langkah pertama diayunkan.

Kuliah Umum ini menyasar seluruh warga pondok, mulai dari santri kelas satu hingga kelas enam, sampai jajaran dewan guru Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Wakil Pengasuh Pesantren, Ustaz Assoc. Prof. Dr. H. Musthafa Zahir, Lc., M.A., menegaskan bahwa forum tersebut berfungsi sebagai kompas bersama. Melalui forum ini, setiap komponen diajak memahami ke mana tujuan pendidikan pesantren bermuara dan bagaimana cara menjalaninya. Tanpa pemahaman yang utuh, menurutnya, arah pendidikan maupun aktivitas keseharian akan terasa membingungkan.

Karena alasan itulah kehadiran di forum ini diwajibkan bagi semua kalangan, termasuk mereka yang telah lama menetap di pondok. Santri lama membutuhkannya untuk menguatkan kembali pijakan niat. Para asatidz senior yang telah mengabdi puluhan tahun pun tetap hadir untuk diingatkan dan diisi ulang (di-charge) semangat perjuangannya. Al-Ustaz Musthafa Zahir mengingatkan, siapa pun yang melewatkan momen Khutbatul Arsy rentan mengalami kebingungan dalam menentukan arah selama tinggal di pesantren.

Kuliah Umum Khutbatul ‘Arsy Seluruh Santri 2026

Ritme acara berjalan padat namun tetap rapi. Setiap pagi pukul 07.00 WIB, sesi selalu dibuka pemaparan sentral dari Wakil Pengasuh selama 90 menit. Setelah fondasi filosofis tertanam, estafet materi diteruskan secara bergantian oleh berbagai departemen dan divisi dengan durasi 10 hingga 45 menit sampai jam istirahat tiba. Berikut sebagian narasumber yang mengisi mimbar aula selama dua hari:

  • Ustaz Assoc. Prof. Dr. H. Musthafa Zahir, Lc., M.A. — Wakil Pengasuh Pesantren, narasumber Kuliah Umum 1
  • Ustaz Nasikhun Sugik, S.E., M.M. — Wakil Pengasuh Pesantren, narasumber Kuliah Umum 2
  • Ustaz Isa Abdillah, S.E., M.Pd. — Pengawas Pesantren
  • Ustaz Solehudin, S.Pd. — Direktur Pengasuhan Santri
  • Ustaz Muhammad Abdul Hakim Firanda — Kepala Asrama
  • Ustaz Zaenal Muttaqien, S.Pd. — Kepala Departemen Pendidikan
  • Ustaz H. M Fariz Khaerul Fazri, Lc., M.Si. — Kepala Sekolah
  • Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd. — perwakilan Universitas Darunnajah
  • Ustaz Yanda Agung Setiawan — koordinator bagian keamanan
  • Ustaz Dwi Kevin Reza Faisal — koordinator bagian bahasa

Barisan pimpinan hadir lengkap di Aula Kampus 3. Jajaran Pengawas Pesantren, di antaranya Ustaz K.H. Atijan Yani, S.Pd. dan Ustaz K.H. Kamilin, mengemban peran memberikan penasihatan kepada pengasuh sekaligus mengawasi jalannya seluruh program pendidikan. Deretan direktur, termasuk Direktur TMI Ustaz Imam Rozali serta para direktur sektor pendidikan, keuangan, wakaf, dan humas, turut duduk di tengah santri. Kehadiran mereka melengkapi pemaparan tentang tata kelola operasional dan sistem disiplin asrama.

Meski padat, forum ini jauh dari kesan kaku. Ketika narasumber menyapa dan mengabsen audiens dari atas panggung, gemuruh jawaban terdengar bersahut-sahutan membelah aula — mulai dari wibawa suara santri kelas enam hingga kekompakan santri kelas satu. Barisan ustaz muda ikut mengawal jalannya acara, termasuk guru-guru baru dari angkatan Glorious Generation yang lulus tahun ini dan langsung mendampingi adik-adik kelasnya. Jajaran pengurus santri (OSDC) dan mudabir turut memenuhi ruangan.

Momen humanis juga terselip di sela ketegasan jadwal. Saat sinar matahari mulai menyengat area sayap kanan aula, narasumber mempersilakan santri yang kepanasan bergeser ke area depan yang lebih teduh agar fokus tetap terjaga. Sepanjang acara, ribuan pena santri terlihat terus menari di atas kertas. Instruksinya sederhana: jadikan forum ini sarana mengikat ilmu, sebagaimana pepatah al-‘ilmu shaidun wa al-kitabatu qaidun — ilmu adalah buruan, dan tulisan adalah tali pengikatnya.

Penanaman nilai ini tidak berhenti pada dua hari tersebut. Rangkaian pemaparan lanjutan dari Pengawas Pesantren, Departemen Pengasuhan, Departemen Pendidikan, hingga divisi-divisi teknis dirancang agar seluruh pedoman dasar benar-benar dipahami secara utuh oleh santri baru maupun santri lama. Bagi wali santri dan alumni, catatan dari mimbar aula pagi itu layak dijadikan bahan percakapan di rumah dan di forum angkatan. Ikuti kelanjutan liputan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy ke-39 melalui kanal resmi Pesantren, dan rawat bersama nilai-nilai yang ditanamkan pagi itu sepanjang tahun ajaran baru.