“Kita harus merdeka dari kebodohan, jangan mau dijajah oleh kemalasan.”

“Kita harus merdeka dari kebodohan, jangan mau dijajah oleh kemalasan.”

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Begitulah nukilan amanat yang disampaikan oleh Pembina Upacara Dirgahayu Republik Indonesia ke-76 di Lapangan Kampus 2 Pesantren Darunnajah Cipining. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Asrama Santri Cilik Darunnajah Cipining, Ust. Imam Ghozali, S. Pd.I

Loading...

Dalam amanatnya beliau menambahkan, “Sebagai santri, sebagai generasi penerus, kita jangan pernah buta sejarah. Kemerdekaan Republik ini tidak akan pernah lepas dari peran dan perjuangan para santri dan ulama. Meraih kemerdekaan ini tidak mudah. Kemerdekaan ini diraih dengan kerja keras, cucuran keringat, pertumpahan darah, bahkan dengan mengorbankan nyawa. Maka harus terus kita isi dengan belajar, belajar dan belajar. Ayo, terus semangat tingkatkan iman, taqwa, ilmu pengetahuan dan teknologi kita agar bangsa ini kian bermartabat.”

“Jangan buta sejarah! Adanya bendera merah putih sebagai lambang negara kita ini adalah hasil gagasan dari AlHabib Idrus Al Jufri. Lambang Burung Garuda dirancang oleh AlHabib Syarif Sultan Abdul Hamid ll. Lagu “Hari Merdeka” yang hari ini pasti banyak orang menyanyikan, lagu “Syukur” dan banyak lagi lagu Nasional lainnya diciptakan oleh seorang Habib yang juga seorang ajudan pribadi Presiden Soekarno pada masanya, beliau juga merupakan salah satu Bapak Pramuka Indonesia yaitu AlHabib Husein Muthahar.”

Loading...

Pemimpin Upacara Dirgahayu Republik Indonesia ke-76 ini adalah Ust. Arif Sholehudin. Bertugas sebagai pemimpin barisan yaitu Ust. Eki Ilman, Ust. Insan Kamil, dan Ust. Billy Marpaung. Adapun petugas pengibar bendera yaitu Usth. Nurul Kholifah, Usth. Popon dan Usth. Zumrotul Awaliyah.

Upacara diakhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Wakil Kepala Asrama Santri Cilik, Ust. Abu Sobirin. Terselip dalam do’a tersebut,
“Ya Tuhan kami, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.”

Puluhan santri cilik beserta dewan guru selaku peserta upacara mengaminkan do’a ini sepenuh hati. (WARDAN/IG).

Loading...

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah