Anas bin Malik adalah sahabat kecil yang ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hijrah dari kota Mekah menuju kota Madinah umur beliau dikatakan masih 10 tahun, ada riwayat mengatakan 9 tahun.
Anas bin Malik ini punya Kunyah atau gelar Namanya Abu Hamzah.
Beliau adalah sahabat dari kalangan anshar yang mana lahir dan hidupnya itu berjumpa dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam ketika Rasulullah telah hijrah dari kota Mekkah menuju Madinah.
Ibunya selalu menceritakan tentang bagaimana kemuliaan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, sehingga Anas bin Malik termasuk salah seorang anak yang sudah merindukan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam sebelum melihat langsung Rasulullah pada saat itu.
“Dia mengajarkan kita untuk berbuat yang begini, Anas… Dia yang mengajarkan kita untuk meninggalkan ini Anas…” itulah yang disampaikan ibunya Anas bin Malik, hingga beliau selalu terngiang dengan sosok Rasulullah.
Sebelum berjumpa dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam ada beberapa golongan anak-anak di antaranya Anas bin Malik yang sudah sangat merindukan nabi.
Inilah ciri-ciri yang bagi sebagian kita yang mana sudah merindukan, sudah sangat cinta kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sebelum berjumpa dengan Rasulullah.
Ada orang yang diberikan karunia oleh Allah SWT., dapat merindukan seseorang sebelum dia dapat melihat orang tersebut.
Hanya dengan mendengar cerita, sudah tumbuh rasa Kerinduan dan ini adalah mungkin jatahnya kita.
Kita sudah tidak mampu lagi untuk bisa melihat secara langsung kehidupan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam keadaan beliau masih hidup kita tidak mungkin Rasulullah karena beliau sudah wafat.
Akan tetapi kita sering mendengar Bagaimana kemuliaan Rasulullah, kita sering mendengar bagaimana keindahan Nabi Muhammad kita sering membaca bagaimana Akhlaknya Rasulullah, bagaimana sifat-sifat terpuji yang dimiliki Rasulullah.
Sudah sepatutnya kita tidak kalah dengan kecintaan Anas bin Malik yang notabennya sudah berumur 10 tahun kan tetapi kecintaanya sudah sangat besar dengan Rasulullah.
Bahkan saat itu, dikisahkan bahwasnya pada hari itu penduduk kota Madinah sudah menunggu di perbatasan atau di pagarnya kota Madinah.
Dari orang dewasa hingga anak-anak, termasuk Anas bin Malik. Mereka semua menantikan seseorang.
Menanti sepanjang hari dan pulang sore dengan kesedihan karena belum kunjung tiba juga dengan berharap agar esoknya ia akan sunguh datang.
Sampai dapat kabar yang pasti bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sedang berjalan dengan Sayyidina Abu Bakar As Siddiq sahabat yang menemani Rasulullah ketika hijrah dari kota Mekkah menuju kota Madinah.
Dari kejauhan tampak 2 ekor unta berjalan beriringan, entah mengapa saat semakin dekat kedunya itu hatinya Anas bin Malik semakin bergetar, senyumnya semakin melebar, tersenyum penuh arti, bahkan matanya nyaris tak diizinkan untuk berkedip, menatap penuh rindu.
Pertama kalinya wajah indah tersebut dipandang Anas bin Malik, bahkan disaat itu timbul dibenaknya ingin selalu bersamanya, bersama Rasulullah.
Waktu pun berlalu, hingga pada suatu waktu Ibunya membawakan putranya kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.
“Ya Rasulullah… kuperhatikan semua orang, laki-laki dan perempuan memberikan hadiah kepadamu sesuatu dan akupun ingin ingin memberikan kepadamu sesuatu. Sesuatu yang sangat berharga dan kucinta. Karena yang paling berharga dan kucinta adalah anakku, Anas. Maka, aku berikan ia sebagai hadiah kepadamu. Persilahkan ia untuk pergi perang, atau perintahkanlah kepadanya apapun. Ia aku berikan sepenuhnya kepadamu.” Tutur Ibunya Anas.
Mulailah pada hari itu, tinggallah Anas bin Malik bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.
(Anisrullah)