Rasulullah saw. bersabda, “Rabbku telah menawarkan kepadaku untuk mengubah bukit-bukit di Makkah menjadi emas: Tetapi aku menadahkan tangan kepada-Nya, sambil berkata, ‘Ya Allah, aku lebih suka sehari kenyang dan lapar pada hari berikutnya agar aku dapat mengingat-Mu apabila sedang lapar, dan memuji-Mu serta mensyukuri nikmat-Mu apabila kenyang.” (Hr. Tirmidzi)

Hikmah: Inilah kehidupan dari jiwa yang suci, yang namanya sering kita sebut, dan kita juga bangga menjadi umatnya. Oleh karena ‘itu, kita harus menjadikan kehidupan beliau sebagai ittiba’ bagi kehidupan kita. [WARDAN/Deni]

Transkrip dari Buku Fadilah Amal, Bab Kisah Para Sahabat