tk islam darunnajah tk islam darunnajah

Kisah Bebek Yang Dipaksa Menjadi Kancil

DNKindergarten, 30/04

Dikisahkan bahwa di sebuah hutan akan didirikan sebuah “Sekolah Hutan ” yaitu sekolah untuk semua binatang hutan (gajah, harimau, singa, jerapah, beruang, kancil,  bebek, kijang, kuda nil, anoa dan lain-lainnya). Peneliti  merumuskan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh semua binatang yang ada di hutan. Mereka bersepakat kompetensinya adalah lari, terbang dan berenang. Kurikulum disusun untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Setelah mengikuti pendidikan, maka dilakukan uji kompetensi. Seekor bebek mendapatkan nilai sebagai berikut : Berenang = Baik, Terbang = Cukup, Lari =Kurang.

Pada semester berikutnya, bebek diwajibkan untuk mengikuti remedial untuk materi lari agar sama nilai larinya dengan kancil yang mendapat nilai Baik. Ia dilatih dan berlari setiap hari, hingga selaput kakinya melepuh. Ketika uji kompetensi dilakukan di akhir semester tersebut, nilai yang diperoleh bebek tersebut adalah sebagai berikut : Berenang = Cukup, Terbang = Kurang, Lari = Kurang.

Apa yang terjadi? Bukankah bebek sudah berlatih setiap hari? Barangkali kurang serius berlatih. Bagaimana mungkin kurang berlatih, bukankah selaput kakinya sampai melepuh? Apa yang harus kita lakukan pada bebek?

***********************************************************

Inilah yang sering terjadi, seorang guru cenderung menggeneralisir semua siswa agar anak berprestasi akadedmiknya baik. Setiap anak memiliki satu atau dua kemampuan yang lebih menonjol dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Tidak semua anak akan berkembang menjadi akademisi. Tidak semua anak jago matematika, tidak semua pintar berpuisi, tidak semua suka sejarah. Hanya 1-2 dari 120 anak yang sempurna, pintar dan berprestasi di bidang akademik serta aktif dari kegiatan non akademik.

Namun faktanya, Kita semua cenderung bias dengan target yang telah ditetapkan oleh kurikulum. Berharap agar anak mendapat nilai baik. Jika ada anak yang mendapat nilai kurang baik, kita berharap segera meningkatkan prestasi akademiknya setelah kita nasihati. Jika belum juga, kita pasti lebih bingung harus berbuat apa. Sama halnya dengan bebek di sekolah hutan tadi. Biarlah ia tetap menjadi bebek yang jago berenang. Tidak apa ia tidak pintar berlari, namun ketika ia berada dalam bahaya (seperti dikejar serigala), ia dapat melindungi dirinya dengan berenang di air.

Setiap anak memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Wadahilah kelebihan-kelebihannya. Maklumilah kelemahan-kelemahannya. Ijinkan ia menjadi dirinya sendiri. Ia telah memiliki peruntungannya sendiri. Dunia ini cukup untuk semua.

sumber : They’re just Kids

(sita,[email protected])