Setiap santri wajib mengikuti kegiatan khutbatul ‘arsy, bahkan gurupun wajib mengenal pesantren lebih dalam. Pimpinan berujar “kegiatan ini wajib bagi seluruh warga pesantren, biar mereka sampai bosan mendengarkannya”. Ini menandaskan betapa penting kegiatan ini untuk menanmkan nilai-nilai cinta pesantren.
Banyak hal yang disampaikan dalam khutbatul ‘arsy, memperkenalkan santri tentang para pendiri pesantren, sejarah pesantren, perjuangan pendahulu-pendahulu, visi dan misi pesantren, motto pesantren, dan lain sebagainya.
Bagaimana pendiri dan pengasuh mengalami pahit-getir, suka-duka silih berganti dalam peruangan membuka dan menegakkan pesantren di awal pendiriannya, di tancapkan dan dihujamkan dalam-dalam ke sanubari para santri agar mereka mantap dan lurus niatnya.
Tujuan mereka ke Pesantren Darunnajah Cipining tidak sekedar mengais ilmu pengetahuan umum saja, mendapatkan ijazah saja, nilai yang maksimal saja dan prestasi-prestasi yang gemilang saja. Tetapi jauh dari itu, mereka harus yakin dan berniat tulus dan ikhlas untuk belajar dengan sungguh-sungguh ilmu-ilmu agama “Tafaqquh fi ad-Dien” dan mengamalkannya di kehidupannya, tetapi juga tidak mengkesamingkan untuk belajar ilmu pengetahuan umum.
Setidaknya Visi pesantren yang tertuang dalam IMAMA (Imam : Pemimpin, Muttaqien : Bertaqwa, ‘Alim : Berilmu/Berwawasan luas baik dari ilmu agama maupun pengetahuan umum, Muballigh : Penyampai risalah islamiyah ke seluruh kalangan, ‘Amil : Terampil dan Menjalankan apa yang menjadi kewajibannya) bisa merefleksikan dan mengammbarkan, bahwa tujuan santri untuk nyantri di Pesantren Darunnajah juga bersesuaian dengan tujuan manusia diciptakan.
Pada tahun ini khutbal ‘arsy atau pekan perkenalan dilaksanakan selama dua hari, Kamis 22 Juli 2010 bagi santri asrama kampus 2 dan santri nonasrama. Sedang untuk santri yang berasrama di kampus 1 kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Juli 2010.
Materi kepesantrenan disampaikan langsung oleh Bapak Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Pada kesempatan tersebut juga kepala-kepala madrasah, wali-wali kelas, wali-wali kamar, dan para ustadz wajib mengikutinya. [Wardan/Mr. Song]