Khutbah Tertinggi ke-35 KH Mahrus Amin
Menu

Khutbah Tertinggi ke-35 KH Mahrus Amin

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

blankJAKARTA/dn.com – Dalam pekan Perkenalan santri baru Tarbiyatul Muallimin/at Al Islamiyah (TMI) Darunnajah diadakan Khutbatul Arsy, yaitu Khutbah/nasehat dari Pimpinan tertinggi Pesantren, Drs.KH. Mahrus Amin. Awal Khutbatul Arsy dibuka pada hari Sabtu, 14 Sya’ban 1432 H/16 Juli 2011 yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Darunnajah pada pukul 07.00 WIB.

Beberapa hal yang disampaikan oleh Ayahanda KH Mahrus Amin yang sudah sering diucapkan dalam khutbah diantaranya adalah ‘Jangan seperti monyet makan manggis, baru memakan kulitnya sudah menilai bahwa buah manggis rasanya pahit, belum merasakan nikmat isinya jika selesai dikupas, maka akan merasakan rasa manis asem nan nikmat’. KH Mahrus Amin menerangkan bahwa santri baru jangan terburu-buru menilai Pondok Pesantren Darunnajah dari ketidak baikannya, namun rasakan proses belajar yang dilaksanakan hingga tamat dari Pesantren, maka sesungguhnya pendidikan di Pesantren untuk menggembleng nilai-nilai ketakwaan kita sehingga kita akan bahagia di dunia dan di akhirat kelak.

Adalagi nasehat beliau yang diumpamakan seperti 3 orang buta yang meraba gajah, yang satu menilai bahwa gajah seperti bedug, karena dia hanya meraba bagian perutnya saja, yang kedua menilai gajah seperti kipas, yang diraba hanya kupingnya saja, dan orang buta ketiga menilai gajah seperti pohon kelapa, karena meraba kakinya saja. Namun kita harus menyadari seutuhnya bahwa gajah itu binatang besar dan kuat.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tiga Tanda Kebahagian Seorang Muslim

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali dia sedang mencari dan mengharapkan suatu kebahagian, yaitu: “Kebahagiaan di dunia yang fana dan terlebih lagi kebahagian