Menu

Tidak Selalu Buruk, Ketika Rasa Bosan Datang Juga Ada Baiknya loh!

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Ilustrasi Bosan/Unplash

Rasa bosan yang menerpa menjadi hal lumrah di zaman kini. Sebagaimana disebutkan pemikir-pemikir abad ke-19, bosan adalah respons dari situasi industrial masa kini.

Rutinitas harian yang terus bertambah pada akhirnya akan memuncak di kepala dan menimbulkan rasa penat.

Mengutip Psychology Today, secara psikologis, bosan diartikan sebagai keadaan yang sangat tidak menyenangkan atas gairah yang belum terpenuhi.

Ragam alasan yang mendorongnya bersifat internal. Seringkali alasan itu berbentuk rendahnya motivasi atau kurangnya konsentrasi. Sementara dari faktor eksternal, tak adanya stimulus atau tidak mendukungnya lingkungan sosial kerap disalahkan akan timbulnya rasa bosan.

Rasa bosan seolah jadi hantu yang menakutkan. Namun, di balik persepsi menakutkan itu, bosan juga memiliki sejumlah manfaat.

Kebosanan sesungguhnya bisa menjadi pengingat seseorang atas sesuatu yang seharusnya dilakukan. Bosan ibarat colekan yang bisa saja membawa Anda pada sebuah perubahan dan gagasan yang lebih baik. Bosan adalah proses alam yang pasti dialami setiap manusia.

1. Mengajarkan banyak hal tentang kehidupan
Merasa bosan tak hanya membuat Anda tak henti-hentinya melamun. Psikolog Doreen Dodgen-Magee mengatakan bahwa kebosanan membutuhkan toleransi dalam banyak hal.

Ketika Anda dapat melewatinya dengan baik, maka itu menjadi satu kemampuan anyar yang Anda miliki untuk mengurangi rasa cemas. Selain itu, melewati rasa bosan juga menjadi kekuatan seseorang untuk mengembangkan kemampuannya dalam menghargai diri sendiri.

2. Memberi waktu lebih banyak
Rasa bosan pasti mengambil beberapa waktu yang Anda miliki. Artinya, Anda sebenarnya memiliki waktu yang banyak.

Ini dapat mengarah pada peningkatan kualitas hidup yang hebat,kita dianjurkan untuk memikirkan kebosanan sebagai waktu luang yang dapat Anda habiskan dengan banyak cara. Entah itu terlibat dalam proyek kreatif, membaca buku baru, atau apa pun.

3. Meningkatkan imajinasi
Menjadi bosan berarti membiarkan imajinasi berjalan lebih liar.

Apakah Anda masih ingat kebiasaan bermain dengan teman khayalan saat kecil? menurut peneliti ini penting untuk mempertahankan kebiasaan-kebiasaan tersebut saat usia dewasa demi memicu kreativitas.

4. Membantu memproses emosi yang kompleks
Bosan berarti Anda harus melakukan sesuatu, apa pun itu. Bosan juga perkara mengambil kendali. Artinya, Anda dituntut untuk menemukan solusi dan ide untuk menentukan apa yang harus Anda lakukan. Bosan menjadi kesempatan paling sempurna bagi Anda untuk memproses emosi. Kebosanan,  mengajarkan Anda untuk merasa nyaman dan percaya diri dalam mengatasi berbagai emosi. Itu adalah keterampilan yang patut dipelajari.

(Santri Tv/Rafi)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Informasi Perubahan Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020 Kelas 3 TMI Darunnajah Jakarta

Perihal  : Informasi Perubahan Kalender Pendidikan  Tahun 2019/2020                                  31 Maret 2020                                                                 Yang terhormat, Bapak/Ibu Orang Tua Santri Kelas III