Menu

KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Oleh : KHOIRURRIJAL, M.A.*

ISCO (Islamic Studies Center Online)

”Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS Yunus [10]: 7-8).

Ayat di atas merupakan peringatan dari Allah S.w.t., bahwa rasa puas dan tenteram atas hasil yang diperoleh dalam kehidupan dunia yang hedonistik akan berujung pada kehidupan akhirat yang bertolak belakang. Yakni, memperoleh tempat di neraka, sebagai seburuk-buruk tempat kembali, na’udzubillah min dzalik.

Harus disadari, kenikmatan hidup di dunia bersifat sementara, bagaikan seorang musafir yang berkendara, kemudian singgah untuk berteduh di bawah pohon, kemudian bangkit dan meninggalkannya. Sebagaimana Rasulullah s.a.w. bersabda :

“ Tidaklah keberadaanku di dunia ini bagaikan seorang (musafir) yang berkendara, kemudian singgah untuk berteduh di bawah pohon, kemudian bangkit dan meninggalkannya “(H.R at-Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin)

Bagi yang memperoleh hidayah dari Allah S.w.t., akan menempuh jalan yang diridhai-Nya. Mereka menyadari kenikmatan dunia adalah sasaran  untuk mencapai tujuan utama kehidupan, yaitu kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal.

Sebaliknya, bagi yang lalai, kenikmatan dunia menjadi tujuan hidup. Kesenangan tersebut telah memperdayakan mereka. Mereka lalai terhadap kehidupan hakiki yang seharusnya menjadi tujuan utama, yakni kehidupan akhirat. ”Tetapi, kamu memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS Al A’laa [87]: 16-17).

Allah SWT memberikan perbandingan yang jelas antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia merupakan sendau gurau dan main-main, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang hakiki. ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al Ankabut [29]: 64).

Untuk menghadapi kehidupan dunia yang merupakan sendau gurau dan main-main, diperlukan tuntunan agama yang merupakan petunjuk dari-Nya. Tuntunan agama berupa Alquran dan hadis Rasulullah SAW harus dijalankan dengan penuh ketaatan dan kesungguhan. ”Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.” (QS Al An’aam [6]: 70).

Oleh karena itu  harus diingat bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara untuk mencari bekal menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal. Tinggal kita mau pilih yang mana, dunia yang sementara atau akhirat yang kekal. Wallahu A`lam.

————

*Kandidat Doktor Adab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Moulay Ismail Meknes Maroko, Peneliti dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro Lampung, Pemerhati Masalah-masalah Pendidikan, Bahasa, Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan serta Kontributor ISCO (Islamic Studies Center Online).

Mail:[email protected]; [email protected]

sumber : IKPDN MESIR

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait