Kegiatan Dauroh Aimmah Mesir

JAKARTA/Dn.com_Alhamdulillah setelah keberangkatan ke-5 guru Darunnajah dan Raudhatul Hasanah pada akhir bulan april lalu tepatnya hari rabu, 30 april 2008 sampai saat ini telah memasuki kegiatan inti yakni daurah aimmah atau pelatihan kepemimpinan yang dimulai pada hari ahad, 4 mei 2008 lalu. Kegiatan dilakukan selama 6 hari dalam seminggu dan setiap hari ahad kegiatan daurah dilaksanakan di ruang pertemuan Masikhoh dengan pembicara Syeh Akbar Muhammad Sayyid Tantowi yang dimulai dari pukul 08.30 – 16.30 WK. Dan pada hari Jum’atnya atau hari libur, rombongan memanfaatkan waktu untuk berziarah ke makam Imam Syafi’i, Ibnu Hajar Al Asqolani dan Imam Al Laits yang ditemani oleh putra Alm. Ust Jamaluddin Ponorogo Muhammad Nur. Dan al-hamdulillah sebelum daurah berlangsung para peserta mendapatkan buku tafsir Al-Wasith karangan Syeh Azhar (syeh Tantowi) sebanyak 15 jilid sebagai wasilah untuk lebih memahami apa yang disampaikan oleh sang pembicara (tutor).

 

Dari informasi yang kami dapat via email yang dikirim oleh rombongan peserta, mereka juga bercerita tentang pengalaman masakan dan makanan Mesir yang hampir sebagian besar sudah rombongan rasakan nikmatnya masakan mesir dengan wortel, timun dan tomat (dalam keadaan mentah) yang dicampur dengan zabadi, gibnah dan isy. Namun berselang beberapa hari para rombongan diberi ricecooker oleh alumni Gontor untuk menanak nasi pada malam harinya. Sehingga menurut salah satu peserta, Uztadz Ghufran Dardiri keadaan yang mereka rasakan seperti di rumah yang tidak bermasalah dengan makanan sebagai sumber energi.

Selain makanan dan kegiatan daurah, para rombongan juga bercerita tentang kegiatan di kamar yang dihabiskan untuk sms-an dengan keluarga atau teman yang dirasa sangat penting karena berita – berita keluarga dan teman – teman di Indonesia dapat diketahui walaupun di jarak yang jauh.