Kebiasaan Rasulullah saw yang mudah ditiru

Kegiatan yang sering dilakukan Rasulullah saw dalam istilah islam di sebut juga sunnah, apabila kita mengikuti kebiassaan Rasulullah saw kita akan mendapatkan pahala.

Arti sunnah adalah pekerjaan yang apabila kitakerjakan akan mendapatkan pahala apabila ditinggallkan tidak apa apa

Alangkah beruntungnya apabila kita melakukan kegiatan sederhana yang mudah dan sekaligus mendapatkan pahala mendapatkan pahala.

Pada hakekatnya semua kegiatan yang dilakukan Rasulullah saw melmiliki banyak manfaat bukan hanya untuk kira senditi tapi bahkan untuk orang lain, jadi sungguh bermanfaat apabila kita bisa meniru kebiasaan Rasulullah saw.

Pada pada tulisan ini akan membahas beberapa kebiasaan kebiasaan Rasulullah saw yang bisa kita ikuti dengan mudah. Karena kebiasaan ini sering kita lakukan tapi kita tidak tau.

  1. Makan dengan tangan kanan

Makan adalah kegiatan yang setiap hari pasti dilakukan oleh semua manusia dan rasulullah mengajarkan kita untuk makan menggunakan tangan kanan. Seperti yang di jelaskan pada hadis di bawah ini.

Jika salah seorang dari kalian makan, hendaknya ia makan dengan tangan kanannya, dan jika minum hendaaknya minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya”. (HR. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan tentang larangan memakan menggunakan tangan kiri, karena makan dan minum menggunakan tangan kiri termasuk kebisaaan makhluk terlaknat yaitu adalah syaitan.

Kita sebagai orang muslim tidaklah mengikuti ajaran-ajaran syaitan yaitu makan menggunakan tangan kiri.

Kita sebagai orang muslim harus mengikuti ajaran Rasulullah yaitu makan menggunakan tangan kanan.

 

 

  1. Tidur miring kekanan

Istirahat dengan cara ini akan lebih bermanfaat

“Dari al Barra bin Azib, bahwa Rasululah bersabda,”Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan lalu ucapkanlah doa:” Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan jiwaku hanya kepadaMu, kuhadapkan wajahku kepadaMu, kuserahkan segala urusanku hanya kepadamu, kusandarkan punggungku kepadaMu semata, dengan harap dan cemas kepadaMu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus” dan hendaklah engkau jadikan doa tadi sebagai penutup dari pembicaranmu malam itu. Maka jika enkau meninggal pada malam itu niscaya engkau meninggal di atas fitrah”

 

Hadist di atas menjelaskan tentang anjuran tidur dengan posisi miring ke kanan. Menurut penelitian beberapa ahli posisi ini adalah posisi terbaik dan banyak manfaatnya.

Tidur dengan posisi miring ke kanan dapat mengurangi beban jantung sehingga peredaran darah ketika tidur dapat mengalir dengan lancar

Membebaskan lambung sehingga dapat mencerna makanan dengan leluasa dan sari sari makanan tersaring dengan baik.

Menjaga kesehatan paru-paru karena paru paru kanan lebih besar dari pada paru-paru kiri hal ini tidak akan bermasalah karenan jantung menekan paru-paru kanan yang lebih besar

 

Dan perlu kita tahu posisi  tidur tengkurep adalah posisi tidur tang tidak di suakai oleh Rasulullah saw seperti hadist di bawah ini.

 

“Dari Ya’isy bin Thihfah ia berkata,”Ayahku berkata,” Ketika aku berbaring (menelungkup) di atas perutku di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang menggoyangkan tubuhku dengan kakinya lantas ia berkata,” Sesungguhnya cara tidur seperti ini dibenci Allah” Ia berkata,”Akupun melihatnya ternyata orang itu adalah Rasululullah”

 

  1. Bersiwak

Bersiwak adalah kegiatan membersihkan mulut menggunakan siwak berilkut adalh hadist yang membahas tenten siwak

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb”Hadits shahih riwayat Ahmad

Membersikkan mulut sangatlah bermanfaat karena kita lebih leluasa berbicara dengan seseorang.

Karena dengan memakai siwak mulut kita menjadi bersih, sehat dan tidak bau.

  1. Mengucapkan salam kepada semua orang

Mengucapkan salam kepada semua orang akan memudahkan kita dalam bersosialisasi, selain itu salam dalam bahasa arab berarti keselamatan.

Apabiala kita mengucapkan salam kepada banyak orang berarti kita sudah banyak mendo’akan banyak orang.

Rasulullah saw bersabda dalam hadistnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah yang kecil memberi salam pada orang yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 3231, 3234, dari jalur ‘Atha’ bin Yasar; no. 6232; Muslim, no. 2160 dari jalur Tsabit bin Al-Ahnaf, bekas bukda ‘Abdurrahman bin Zaid, ketiga jalur ini dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Dan orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan.”

Hadist di atas menjelaskan tentang kepada siapa sajakita harus mengucapkan salam, yang pertama kepada yang lebih tua, kedua orang yang berjalan kepada orang yang sedang duduk, ketiga perkumpulan yang sedikit kepada yang lebih banyak, dan keempat orang yang berkendaraan kepada orang yang berjalan.

Dana apabila mereka mempunyai kedudukan yang sama berjalan dengan berjalan, berkendaraan dengan berkendaraan, keduanya mempunyai hukum yang sama,akan tetapi sebaik baiknya diantara mereka adalah yang pertama kali memulainya.

  1. Minta izin bertamu 3 kali

Rasulullah saw telah mengajarkan kita cara bertamu dengan benar. Pada umumnya sebelum kita mulai bertamu kita mengucapkan salam atau mengetuk pintu.

Dalam menucap salam atau mengtuk pintu bolehkah kita mengetuk terus menerus sampai penghuninya keluar?

Hadist di bawah ini akan menjawabnya

“Meminta izin itu tiga kali. Jika diizinkan, maka lakukanlah. Jika tidak, pulanglah!”

Menurut hadist di atas menjelaskan apabila kita bertamu dan mengucapkan salam tetapi tidak ada jawaban, cukuplah kita mengulanginjya sebanyak 3 kali dan ini adalah adab tamu yang benar.

 

  1. Bersukur ketika mendapatkan nikmat dann Terhindar dari masalah.

Bersukur adalah hal salalu di lupakan  oleh manusia terkadang kita tidak ingat atas bebagai macam kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah swt, selalu mengeluh dan tidak terima apabila ada sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Padahal Allah swt telah memberikan yang terbaik walaupun terkadang kita tidak menyadari hal tersebut.

Betapa indahnya apabila kita selalu bersyukur atas semua pemberian Allah swt, semuanya pekerjaan akan terasa ringan dan mudah.

Di bawah ini adalah beberapa hadits tentang bersyuku

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak dianggap bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.” (HR. Abu Duwud)

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih laik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah” (HR. Muslim).

 

 

  1. Shalat istikharah

Kegiatan paling efisiens ketika kita bingun dan tidak atu ahrus berbuat apa, sholat istikharah adalah yang paling tepat untuk menghilangkan kebingungan tersebut.

Dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara /  urusan yang kami hadapai, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. Al-Bukhari)

Pada hadis di atas menjelaskan sholat istikhoroh untuk segala urusan.

Apabila seseorang sudah matang dengan keputusanya dan ia berdoa, maka Allah swt akan memudahkan ia dalam menjalani keputusan tersebut dan apabila hal tersebut tidak baik maka Allah swt akan memberikan halangan agar keputusan tersebut tidak sia-sia.

 

Muhammad Az-Zamakhsyari Atba