Gempitanya Pekan PORSEKA tidak melupakan kewajiban santri untuk belajar formal di kelas. Kegiatan PORSEKA tetap diawali dengan belajar dikelas seperti biasanya, namun dengan jumlah jam yang sudah dikondisikan. Terhitung mulai pada hari Ahad 1 September 2013 selama PORSEKA, Kegiatan KBM hanya sampai pada Jam ke-3, untuk jam selanjutnya diteruskan dengan Program aneka Perlombaan yang telah diagendakan oleh Panitia PORSEKA.
Kepala Biro Pendidikan, Ustadz Faruq Abshari, S.Pd.I menilai bahwa KBM tetap harus dilaksanakan disela-sela padatnya agenda PORSEKA. Hal itu dilakukan agar santri tidak cerdas dibidang Olahraga, Seni dan Kepramukaan saja, tetapi dibidang-bidang keilmuan lainnya. Disamping itu, dengan diberlakukannya KBM pada PORSEKA ini, guru-guru yang mengajar tetap bisa menjalankan program semesternya sehingga materi ajarnya bisa tercapai sesuai target.
Kebijakan ini ternyata disambut baik oleh wali santri, khususnya santri yang tidak berasrama. Dengan adanya kegiatan KBM diawal PORSEKA, semua santri baik asrama maupun nonasrama dapat sepenuhnya mengikuti agenda PORSEKA, tidak ada yang terlambat datang dan tidak ada yang meliburkan diri dengan alasan tidak belajar di kelas. [WARDAN/Adara]