Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar Pelatihan Baca Tulis Quran (BTQ) bagi santri kelas 5 dan 6 TMI. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Al Ghazali pada 3-4 Oktober 2024 ini diikuti oleh 250 peserta, bertujuan mencetak kader pengajar Al-Quran berkualitas dan memberantas buta huruf Al-Quran.
Ustaz Muhammad Abdul Hakim Firanda, Kepala Divisi Tahsinul Qiraah, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menghapus mindset bahwa pengajaran Al-Quran hanya menjadi tanggung jawab kalangan tertentu. “Ini adalah tugas kita semua. Para santri tidak hanya dituntut menguasai bacaan, tetapi juga mampu mengajarkannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Program pelatihan yang dikawal oleh Dewan Pengasuh Santri (DPS) dan Kepala Asrama ini menyajikan tiga sesi materi komprehensif. Peserta mendapatkan pembekalan tentang Makharijul Huruf, Shifatul Huruf, Ahkamut Tajwid, serta metodologi penggunaan buku BTQ yang menjadi standar kurikulum Darunnajah.
Setiap sesi pembelajaran diselingi dengan praktik mengajar langsung, memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai teknik penyampaian yang efektif. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menyiapkan kader pengajar yang kompeten dan percaya diri.
Inisiatif ini merupakan langkah strategis Darunnajah 2 Cipining dalam menguatkan program Ta’lim Quran di berbagai tingkatan. Dengan menyasar santri senior sebagai subjek utama kepengurusan organisasi, pesantren membangun fondasi kuat untuk pemerataan pembelajaran Al-Quran yang berkualitas.
Kehadiran penuh peserta dari awal hingga akhir pelatihan mencerminkan kesadaran tinggi akan urgensitas program ini. Melalui kaderisasi sistematis ini, Darunnajah 2 Cipining terus berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mampu menjadi penerus estafet pengajaran Al-Quran.