Jika di Kampus 1 ada WARNA dan di Kampus 3 ada BOOM, maka di kampus 2 ada BATAS. BATAS, atau Berita Tulisan Santri merupakan wadah bagi Jurnalis Santri yang memiliki minat untuk mempelajari Ilmu Kepenulisan (Journalistic), dan memiliki tugas untuk melakukan peliputan dan penulisan berita seputar Pesantren Darunnajah Cipining. Berita yang telah dibuat selanjutnya akan dipublikasikan di media elektronik (Website) yakni Blog dan Website Pesantren. Komunitas Jurnalis Santri yang tergabung dengan nama “BATAS” ini memiliki motto; “Duniaku tak ter-BATAS, untuk menulis apapun untuk kemaslahatan”. Diharapkan dengan semboyan ini, setiap anggota termotivasi untuk terus menulis dan akhirnya menjadi penulis berita yang produktif.
Sabtu, 6 April 2013, Kegiatan Jurnalis Santri Putri Darunnajah untuk kali pertama telah dimulai. Dengan 14 orang Jurnalis santri putri terpilih, Kegiatan pertama ini dilakukan di area Kampus-2 bersama Ust Deni Rusman dan Usth Ucu Musyarofah, selaku wali kamar juga merupakan bagian dari Reporter Wardan. Kegiatan ini dimulai dari Pukul 20.30 sampai 21.30 dengan materi “Dasar-Dasar Jurnalistik” dan metode penulisan beita. Sebagai latihan awal, setiap anggota harus menulis sebuah berita dalam satu minggu ini. Berita terbaik dan yang layak akan dimuat di website Pesantren dengan alamat www.darunnajah-cipining.com
Selain tentang mengenal Dasar-dasar Jurnalistik dan Metode Penulisan, pada pertemuan tersebut juga telah ditentukan sebagai Koordinator yang diambil secara voting dari salah satu peserta. Maka dengan suara mayoritas telah ditentukan ananda Luthfiyah Dwi Hawa yang duduk dikelas XI-B SMK Darunnajah sebagai Koordinator Jurnalis Santri putri, Kampus-2 Pesantren Darunnajah Cipining. Terpilihnya Luthfiah Dwi hawa menjadi Koordinator disinyalir karena tulisannya yang telah dimuat di Website Pesantren tentang pengalamannya saat belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri 2011 silam. Kemampuannya didalam menulis tentu menambah keyakinan anggota bahwa santri yang memiliki nama pena Hawa ini mampu memimpin rekan-rekannya. Setelah adanya koordinator, tentunya diharapkan akan semakin mepermudah pelaksanaan dari kegiatan kepenulisan. [WARDAN/@abuadara]