Jika Asatidz Menjadi Bulis Lail
Menu

Jika Asatidz Menjadi Bulis Lail

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Hari  ini Kamis, 9 Juli 2011 merupakan hari ke enam ujian tulis semester genap tahun pelajaran 2010-2011, ujian lisan bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Ibadah Amaliah sudah selesai pada minggu lalu, tepatnya dari tanggal 28 Mei – 2 Juni 2011. Ujian kenaikan kelas bagi kelas 1,2,3,intensif, 4,5 TMI (VII, VIII, IX SMP dan MTs ,X, XI SMK dan MA) akan berakhir pada hari Kamis, 16 Juni 2011.

Suasana ujian tidak menjadikan pesantren menurunkan standar keamanan yang senantiasa dioptimalkan. Kalau pada hari-hari di luar ujian para santri yang diberikan amanat untuk menjadi piket malam (bulis lail), sebagai salah-satu bentuk pendidikan bertanggungjawab dan menanamkan sense of belonging terhadap almameter tercinta, maka selama ujian kewajiban tersebut dihandle oleh para asatidz.

Secara teknis, para asatidz mendapat jadwal satu kali bulis lail selama ujian berlangsung. Jadwal tersebut disesuaikan dengan hari libur pengawasan ujian sehingga tugas mengawas ujian tulis tetap berjalan dengan standar yang berlaku. Setiap malam 3-4 asatidz mulai bertugas dari pukul 22.00 – 04.00 wib.

Diantara tugas para petugas bulis lail adalah memastikan keamanan pesantrensecara umum aman terkendali, terutama beberapa pos penting seperti lab. komputer menjadi skala prioritas.  Pada pukul 01.00, 02.00 dan 03.00 wib petugas bulis menyampaikan posisi mereka kepada pimpinan pesantren via sms. Dan pada pukul 03.30 wib mereka segera membangunkan warga pesantren untuk qiyamullail dan sholat shubuh berjama’ah yang diteruskan dengan belajar bersama di masjid.

Ketika tulisan ini dimuat, asatidz yang bertugas sebagai bulis lail adalah ust. Ahmad Rosikhin (alumni perdana 1994), ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom dan ust. Mu’allim Fajri Rustam (keduanya alumni angkatan ketujuh 2000). “subhanallah, menjadi bulis lail malam ini mengingatkan sweet memory ketika masih menjadi santri dulu !” kesan ust. Rosikhin yang notabene Kepala Biro Pengasuhan santri tersebut.

Kampus Dua, Depan Gedung Perkantoran Darunnajah, 01.24 wib. (WARDAN/Mr.MIM)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Idul Adha Di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14

Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 melaksanakan kurban dengan menyembelih sebanyak 2 ekor sapi dan 28 ekor

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Adanya Pandemi Covid-19 mengharuskan para anak-anak harus mengikuti pembelajaran jarak jauh, dengan begitu dukungan orang tua atau wali murid menjadi sangat penting bagi keberlanjutan pendidik