Jaminan Allah SWT. Nyata, Tidak Fana seperti Dunia

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah SWT dan Dia pula yang mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, menjadi da’i dan rahmatan lil ‘alamiin. Iman, Islam dan juga Ihsan  merupakan tiga pondasi utama Islam, dan Iman merupakan salah satu dari 3 pondasi islam tersebut. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits-hadits. Karena pentingnya iman dalam Islam maka ini mempunyai kaitan dengan masalah ibadah.

Para ulama berkata: “Salah satu sempurnanya tanda keimanan seseorang adalah mampu menjalankan perkara-perkara wajib.”

Apabila ada pertanyaan, “Apa saja hal yang diwajibkan kepada seorang muslim?”, mungkin mayoritas orang menjawabnya, “Shalat”, meskipun ternyata masih ada dan banyak yang belum kita tunaikan sebagai muslim dari hal wajib lainnya. Begitu pula, jika dibayangkan bahwa Allah mewajibkan kepada hamba-Nya shalat disamping itu juga Dia memberikan ganjaran yang begitu besar, laka al-hamdu yaa Allah.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

(مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ (رواه مسلم)

“Barang siapa shalat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah.” (HR. Muslim)

Dalam hadits di atas, para ulama memaknai ‘dzimmah’ ada dua, pertama rasa aman dan kedua jaminan. Artinya, sepanjang hari yang di mana ia shalat shubuh di pagi harinya, sepanjang itu pula jaminan Allah kepadanya. Maka, hendaknya kita tidak menzhalimi-Nya atas jaminan yang telah diberi kepada kita.

Sebagaimana kita telah ketahui juga, bahwa shalat adalah ibadah lahiriyah yang paling utama, dan (shalat) fardunya lebih utama dari perkara wajib lainnya dan shalat sunah fardlunya lebih utama dari perkara sunah lainnya. Semoga kita tergolong dari orang-orang yang menjaga shalat dan termasuk yang didoakan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihi as-Salam:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيْمَ الصَّلَوة وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

”Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Allah SWT. Menunjukan sifatNya Ar-Rahiim sangat jelas. Dengan mengutus Rasulullah SAW untuk menyampaikan kebenaran dan juga setiap apapun yang Allah SWT perintahkan, Allah SWT juga mempersiapkan ganjaran yang setimpal. Wallahu A’lam Bishawab

Ditulis Oleh Earvan Dzul Fahmi Ahda, Guru Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Alumni Universitas Islam Madinah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Nasihat Untuk Guru Baru 2020

via IFTTT NASIHAT DAHSYAT PA KYAI UNTUK CALON ALUMNINasihat Syeikh Dr. Sa’ad bin Nashri As Syatsri untuk Santri[Celoteh Santri] Nasihat ketua JQ kepada anggotanya[Celoteh Santri]