JAKARTA/Pers PI 2012-2013 – RIHLAH IQTISHODIYAH. Jum’at, 16 November 2012 kami, santriwati tahun akhir Ponpes Darunnajah mengikuti salah satu rangkaian acara wajib santri tahun akhir. Diawali dengan mengunjungi tempat budidaya jamur tiram di Gadog, Ciawi. Dilanjutkan dengan kunjungan ke Pesantren Al-Himmah, konveksi pembuatan baju muslim/ah, dan pabrik pemerahan susu, Hasmilk yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat.
Kami dijelaskan tahap-tahap dalam membudidayakan jamur tiram dari awal sekaligus ditunjukkan tempat-tempatnya. Ada dua cara yang digunakan pabrik tersebut dalam membudidayakan jamur tiram. Penumbuhan jamur dalam botol dan dalam plastik. Tidak terlalu berbeda tahap yang harus dilakukan baik penumbuhan dalam botol maupun plastik. Hanya pemberian pupuknya saja yang berbeda. Di Pesantren Al-Himmah kami diberikan wejangan oleh Kyai Asep Burhanuddin yang juga merupakan alumni Ponpes Darunnajah. Kyai Asep bercerita banyak tentang pengalaman beliau dalam berbisnis yang tidak hanya satu macam sampai sesukses sekarang sebagai pengusaha kargo. Kami sangat antusias mendengar cerita beliau. Selain itu, beliau juga menjelaskan pesantren yang beliau dirikan.
Perjalan berlanjut ke konveksi baju yang mendistribusikan hasil bajunya ke swalayan-swalayan besar. Tak pernah kami sangka kalau baju yang ada di swalayan-swalayan besar berasal dari tempat yang sederhana. Dan tak kami sangka tempat yang begitu sederhana dapat menghasilkan barang yang memiliki kualitas bagus. Benar kalau ada yang bilang “don’t judge the book from the cover”. Yang terakhir, pabrik pemerahan susu, Hasmilk. Banyak hal yang dijelaskan oleh sang pemandu. Mulai dari cara memerah susu, cara memperlakukan sapi yang baik, susu sapi yang bagus dan masih banyak lagi. Kami juga diizinkan untuk memberikan makan sapi-sapi di sana.
Acara ini bertujuan untuk mengenalkan dunia usaha kepada para santrriwati, dan menjelaskan bahwa usaha yang besar tak harus dari segala sesuatu yang besar, namun dapat dimulai dari sesuatu hal yang sederhana. Menjadi seorang pengusaha adalah suatu hal yang menyenangkan. Walau pun kembali dengan membawa lelah seharian, tapi banyak pelajaran yang kami dapatkan. Tak lupa kami juga membawa buah tangan untuk mama papa tercinta. Wah mau jadi ustadzah apa mau jadi pengusaha nih ?? Dua-duanya lebih baik kali yaa ..