Ikatan Qori Darunnajah(IQDA) adalah wadah organisasi pada ekskul pesantren yang membidangi kemampuan membaca al Qur’an dengan irama lagu seperti bayyati, shoba, nahawan, hijaz, rots, syikah jiharkah dll.
Latihan qiroah mujawwadah atau yang akrab disebut dengan latihan qiroah/qori ini secara rutin dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari Senin dan Rabu, waktu latihan dilaksanakan setelah jamaah shalat ashar dengan format sesuai dengan pengelompokan tingkat kemampuan anggota, tujuan dibuatnya pengelompokkan ini dimaksudkan agar tingkat kemampuan anggota bisa terukur dan dapat dipetakan. Dengan adanya pemetaan kemampuan bidang qiroah ini diharapkan anggota bisa mengambil kesempatan pengembangan tindak lanjut
Penyelenggara kegiatan ini adalah qismul ibadah OSDC, kegiatan IQDA ini beranggotakan santri dari semua tingkatan kelas; dari kelas 1 s/d kelas 6, keanggotaan ini terbentuk dari hasil seleksi yang diselenggarakan oleh Bagian Ibadah OSDC(Organisasi Santri Darunnajah Cipining), dengan kata lain anggota IQDA adalah mereka yang lulus masuk nominasi sebagai anggota sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, ada 3 kriteria atau kategori yang diterapkan dalam seleksi tersebut: 1 . Mubtadi 2. Mutawassith dan 3. Mutamayyiz. Keseluruhan jumlah anggota IQDA saat ini 44 orang. Masing-masing kategori memiliki karakteristik dan layanan serta pembinaan yang berbeda-beda sesuai dengan silabus/modul yang tersedia juga oleh pembina/pelatih yang berbeda-beda.
Kegiatan IQDA ini dilaksanakan dalam rangka menjaring minat dan bakat santri dalam bidang qiroah al Qur’an, akan sangat sia-sia rasanya apabila pondok pesantren yang notabene merupakan lembaga pendidikan Islam tidak menfasilitasi santrinya untuk mengembangkan bakat dan minatnya itu.
Staf pelatih IQDA ini masih bertahan memberdayakan pelatih-pelatih dari dalam pesantren, antara lain: Fatkhul Mu’min, Prasda Ekadarma, Amirul Iklas, Ade Ahmarudin, Muhammad Abdul hakim Firanda, Muhammad Yusuf Hasibuan dan Muhammad Mukti. Mereka masih eksis dengan kemampuannya untuk melatih santri, mereka masih memperkaya diri melalui usaha-usaha memperbanyak latihan guna meningkatkan kualitas pembinaan
Capaian hasil kegiatan rutin IQDA ini sangat bisa dirasakan manfaatnya baik di dalam maupun di luar pesantren. Berbicara tentang target dan sasaran kegiatan IQDA jangka panjang ini adalah melahirkan qori dan qoriah berbakat yang mampu berkiprah dan berdakwah di berbagai moment dan kesempatan memalui skill yang mereka miliki, disamping secara internal seorang santri juga diharapkan mampu mentadabburi ayat demi ayat dari al Qur’an yang kita pedomani.
Terdapat beberapa tantangan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan IQDA ini, antara lain:
- Padatnya kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler sehingga terkadang terjadi benturan antar satu kegiatan dengan lainnya sehingga berdampak pada tertundanya latihan
- Kesulitan memelihara atau menjaga suara agar tetap fit(bagi pelatih dan anggota) khusunya saat dipergunakan untuk latihan, sehingga berdampak kepada tidak maksimalnya proses latihan
Kegiatan IQDA ini tentunya merupakan kegiatan yang special dan istimewa di pondok pesantren khususnya Darunnajah, karena pada umumnya tidak semua lembaga pendidikan menyelnggarakan kegiatan yang serupa, maka kegiatan ini sangat berpotensi untuk menarik minat pembelajar khususnya mereka yang hobby dalam bidang olah suara, dalam hal ini membaca al qur’an dengan irama khas yang indah. Respon anggota tentang kegiatan IQDA ini sangat positif, di samping karena bakat dan minat mereka yang tinggi, merekapun merasa bangga bila pondok pesantren yang mereka tinggalinya menjadi harum namanya karena kulaitas qori dqn qori’ahnya bagus
Setiap akhir semester diselenggarakan MTQ/STQ di lingkungan pesantren, tujuannya agar kader kader qori unggul permunculan, dalam kegiatan MTQ tersebut dipersiapkan penghargaan bagi pemenang /juara, harapannya bentuk reward ini memberikan stimulus bagi yang lain agar bisa menambah kemampuannya dalam bidang qiroah mujawwadah
Pelatih atau konsultan tentang bidang qiro’ah mujawwadah ini bisa kita dapatkan informasinya dari kenalan, alumni atau Darunnajah pusat