Pesantren Modern Darunnajah 2 Cipining menerapkan metode pembelajaran bahasa asing yang unik melalui program Darsul Idhafi. Program yang digelar Sabtu (2/11) ini menggandeng santri kelas 6 TMI sebagai pengajar untuk membimbing adik kelasnya dalam penguasaan Bahasa Arab dan Inggris.
Divisi Pengajaran Departemen TMI menginisiasi terobosan ini dengan melibatkan santri senior dalam proses transfer ilmu bahasa asing. “Program ini menjadi laboratorium pengajaran bagi calon guru sekaligus memperkuat kemampuan berbahasa adik kelas,” ungkap Kepala Divisi Pengajaran TMI Darunnajah 2 Cipining.
Keunikan program terletak pada kewajiban santri kelas 6 TMI untuk menyusun Idad (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) layaknya guru profesional. Mereka mengajar sekitar 30 santri di setiap kelas yang terbagi dalam dua zona – Al Fatih untuk putra dan Iskandariyah untuk putri.
Antusiasme tinggi ditunjukkan para santri dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung formal dan disiplin. Departemen TMI bahkan memberikan penghargaan khusus bagi santri paling rajin sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka.
Program harian ini menjadi ajang praktek mengajar bagi santri senior sekaligus membangun tradisi berbagi ilmu dalam komunitas pesantren. Evaluasi dilakukan melalui ujian berkala untuk memastikan efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan.
Inovasi pembelajaran seperti ini membuktikan bahwa pesantren terus berevolusi dalam metode pengajaran sambil mempertahankan nilai-nilai kearifan tradisional. Mari dukung kreativitas dunia pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang menguasai bahasa internasional tanpa kehilangan jati diri.