Ini Asal Mula Perintah Qurban

10 Dzulhijjah bertepatan dengan  11 Agustus 2019, umat muslim di Indonesia bahkan dunia akan merayakan hari Idul Adha. Shalat berjamaah, makan-makan bersama, open house dan takbiran menjadi aspek yang tidak bisa terlepas dari hari Raya tersebut, dan berkuban menjadi ciri khas dan pembeda dari hari-hari lain.

Sudahkan anda mengetahui asal mula perintah Qurban ? ini bermula dari perintah Allah kepada Ibrahim untuk menyembelih Ismail, padahal Ibrahim setelah sekian lama menunggu kelahiran Ismail.

Pengobanan yang sangat berat bagi Ibrahim untuk memenuhi perintah Allah SWT terseut. Menyembelih anak kesayangannya.

Allah berfirman pada Q.S Ash-shaffat Ayat 102

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Q.S As-Shaffat :103)

 

Dari kutipan ayat tersebut kita menyaksikan keimanan dari seorang bapak dan anaknya yang hebat. Mereka mau mengorbankan apa saja demi mengerjakan apa yang Allah perintahkan .

Di lanjut ayat berikutnya

فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

 

وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ

“Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. “ (Q.S Ash-shaffat Ayat 104-106)

Sungguh ini adalah kisah yang sangat menggetarkan jiwa, pengorbanan Hamba kepada pemilik jiwa seluruh manusia di muka bumi ini. Atas kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S Allah menggantikannya dengan seekor sembelihan yang besar.

وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian” (Q.S Q.S Ash-shaffat Ayat 107-108)

Salaaman ‘Alaa Ibrahiim yang artinya yaitu kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Allah limpahkan keberkahan kepada kedua hamba yang Shalih ini. Dan sejarah, serta keteguhan dalam ketaatanya menjadi teladan bagi generasi seterusnya, hingga dirasakan kita saat ini.

Maka tidak heran salah satu keutamaan berkurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena harta, adalah benda yang sangat manusia cintai, mau dikurbankan untuk semata-mata mentaati perintah-Nya.

 

Wallahu A’lam Bishawab.  Usikum Wa iyaya nafsi Bi taqwallah.

(iffa)

 

baca juga hikmah dan manfaat berqurban