Salah satu hal yang luar biasa pada PG kali ini adalah visualisasi yang memanjakan mata penonton. Meskipun dengan sarana prasarana seadanya, penampilan santri kali ini mendapat applaus yang meriah dari penonton, termasuk wali santri mereka yang hadir malam itu.
Visualisasi tersebut salah satunya bersumber dari aneka ragam kostum yang santri kenakan. Kemilau baju penari tari saman, aura kegelapan hitam putih yang ditampilkan oleh penari tari kecak, warna jingga yang ditampilkan oleh personil rebana, merah semangat seragam tapak suci dan lain sebagainya menambak semarak warna panggung yang sudah dihiasi oleh bermacam lighting yang telah diatur oleh santri
Hal ini juga tidak terlepas dari kreativitas bagian dekorasi panggung yang telah bekerja keras meski mereka hanya tampil di balik layar. Kiranya ketidaktampilan mereka tidak menghalangi keikhlasan mereka untuk bekerja maksimal. Inilah pendidikan yang merupakan perwujudan dari panca jiwa pondok “keikhlasan” yang juga sesuai dengan peribahasa jawa “Rame ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana”. Banyak berbuat baik tanpa mengharap imbalan, menambah keharmonisan semesta.
Posted from WordPress for BlackBerry.





