Tidak terasa begitulah yang terucap dari lisan salah seorang santri ketika sebentar lagi acara akan dimulai. Selepas salat isya tepatnya jam 19.45 WIB seluruh santri begitupun dewan guru telah mengambil perannya masing-masinng guna mensukseskan kegiatan Panggung Gembira, baik sebagai tim kreatif, penampilan dan juga juri. Begitupun dengan para hadirin serta tamu yang semakin lama semakin bertambah. Lantunan lirik-lirik sholawat pun telah bergema mengisi kesunyian malam itu, yang siap menyambut kedatangan hadirin dan tamu undangan.



Kegiatan pun segera dimulai yang diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. “ Panggung ini bukanlah tontonan, bukanlah pertunjukkan semata, tetapi Panggung Gembira merupakan bagian dari rentetan akhir Khutbatul Arsy’ pekan perkenalan. “. Ujar Ustad Dedi. (Sapaan akrab beliau). Ketahuilah khutbatul arsy’ adalah kegaiatan penting bagi pesantren tidak hanya bagi santri tetapi bagi guru dan terutama ialah bagi pondok pesantren. Hal ini bertujuan agar tidak ada gagal paham akan pondoknya.
Adapun penampilan-penampilan yang ditampilkan adalah sebagai berikut: Art Teather yaitu KABEL (Ketawa Bareng Lenong), Wayang Arab, Pantomim, Drama Islami, dan Drama Action (Tapak Suci). Ada juga Accoustic, Band, Musikalisasi Puisi dan Choir. Dan juga Dances seperti Bollywood Dance, Gymnastic Dance, Modern and Traditional Dance.



Acara pun berlansung selama 3 jam lebih dengan berbagai macam hiburan yang ditampilkan membuat para hadirin betah dan berlama-lama menyaksikan pertunjukkan para santri dan yang terpenting juga mereka dapat menyaksikan anak-anaknya tampil untuk menghibur hadirin sekalian.
Kesuksesan acara pun terasa begitu sempurna setelah diberi nilai 8 oleh Bapak Pimpinan dan juga pujian yang teramat besar, karena banyak sekali perubahan yang tejadi dimulai dari lokasi panggung yang sebelumnya outdoor kini menjadi indoor kemudian pujian juga diberikan dengan banyaknya peningkatan penampilan yang sangat baru dan sangat menggambarkan keadaan pesantren. Ini semua dapat terjadi dengan adanya proses Panjang yang sangat melelahkan. Pikiran, tenaga, dan hati pun terkuras habis guna mensukseskan acara ini. Latihan pagi, siang sore bahkan malam hari sekalipun dan yang paling terpenting adalah do’a yang selalu dipanjatkan kepada sang Ilahi Robbil ‘Alamin..



















