Idul Adha Serta Peran di Pondok Pesantrej Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Idul Adha Serta Peran di Pondok Pesantrej Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai

Idul Adha Serta Peran di Pondok Pesantrej Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai

Kekhidmatan dan semangat pengorbanan mewarnai peringatan Idul Adha 1446 H di Pondok Pesantren Darunnajah 12 Al-Harokah Dumai. Seorang santri kelas 5 TMI menjadi khotib  dalam sholat berjamaah yang penuh makna. Momen ini merefleksikan kematangan spiritual generasi muda Islam dalam memahami esensi pengorbanan.

Dimas Rasyid, santri kelas 5 TMI Darunnajah 12 Al-Harokah, bertindak sebagai khatib sholat Idul Adha pada Jumat, 6 Juni 2025. Pelaksanaan sholat berlangsung di lapangan utama pesantren sejak pukul 07.00 WIB dengan dihadiri seluruh santri, dewan asatidz, dan masyarakat sekitar. Dalam khutbahnya, Dimas mengangkat tema keikhlasan dan keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Semangat berkurban harus menjadi cerminan pengorbanan dan kepedulian kita terhadap sesama umat,” tegas Dimas dalam khutbahnya. Pesan ini menggema kuat di hati para jamaah yang hadir memadati lapangan pesantren. Antusiasme jamaah terlihat dari kekhusyukan mereka mengikuti setiap rangkaian ibadah sholat Idul Adha.

Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan 9 ekor kambing qurban hasil partisipasi asatidz, santri, dan warga sekitar. Tim qurban pesantren melaksanakan penyembelihan dengan menjaga syariat Islam serta menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang ketat.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadist riwayat Ibnu Majah: “مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ” yang artinya “Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari penyembelihan yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan qurban.” Hadist ini menegaskan keutamaan ibadah qurban dalam pandangan Islam sebagai manifestasi ketaqwaan dan kepedulian sosial.

Perayaan Idul Adha ini menjadi momentum strategis mempererat ukhuwah Islamiyah antara pesantren dan masyarakat sekitar. Nilai-nilai keislaman semakin mengakar dalam kehidupan santri melalui praktik langsung ibadah qurban yang penuh makna. Kepemimpinan santri dalam memimpin sholat menunjukkan kematangan spiritual generasi muda Islam Indonesia yang patut dibanggakan.

Tradisi qurban berjamaah ini telah berlangsung rutin setiap tahun di Darunnajah 12 Al-Harokah sebagai implementasi pendidikan karakter. Pesantren berkomitmen melanjutkan tradisi mulia ini sambil terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Mari kita teladani semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah SWT.