Setelah wisuda santri tahfizh selesai, dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri akhir angkatan 17. Satu demi satu nama disebutkan, sambil dibacakan prestasi yang telah dicapai oleh masing-masing santri tersebut. Selesai prosesi wisuda, Bapak Pimpinan KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc memberikan arahan dan nasihat kepada para alumni dan segenap tamu undangan yang hadir. Dalam tausyiahnya, beliau mengingatkan kembali tentang visi Pesantren Darunnajah Cipining, yaitu terbentuknya generasi IMAMA (membentuk kader-kader Imam/pemimpin, Muttaqiin, ’Aliim, Muballgih, ’Aamil bi ’ilmihi) yang diambil dari salah satu ayat Al-Quran yang berbunyi: ”Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yuni waj’alnaa lill muttaqiina imaama”.
Acara wisuda tahun ini dihadiri pula oleh beberapa tamu undangan, antara lain Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Asisten 3 Bidang Kesra Bapak. H. Aep Rifai, SH, M.Si, dan para tokoh masyarakat sekitar. Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan apresiasinya kepada Pesantren Darunnajah Cipining yang telah meraih berbagai macam prestasi baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan di tingkat Nasional, dan Internasional. Selain itu, wisuda juga diisi oleh orasi ilmiah yang disampaikan oleh Adnin Armas, MA dari Dewan Da’wah Indonesia mengenai Tantangan Liberalisme, Sekulerisme, dan Pluralisme terhadap Generasi Muda Islam di Indonesia.
Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Ust. Ahmad Rosikhin Ws, S.Pdi, yang dilanjutkan dengan tashofah (salam-salaman) oleh para alumni kepada Pimpinan Pesantren KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc dan Dewan guru dan segenap tamu undangan yang diikuti oleh para orang tua santri memberikan ucapan selamat.
Pada saat acara tashofahan ini, para alumni angkatan 17 tidak kuasa membendung perasaan sedihnya dengan meneteskan air mata. Bukan hanya para alumni, tetapi juga para orangtua santri pun tak kuasa menahan haru sehingga larut merasakan kesedihan anak-anak mereka yang telah selesai belajar dan akan meninggalkan pesantren. Hujan air mata pun membasahi aula Darunnajah Cipining. Selamat jalan angkatan 17, doa kami menyertai langkah mu. (Wardan/dzikrillah).