Napak Tilas di Nurul Ilmi Darunnajah 14 Diadakan Setiap tahunya, yaitu bertepatan pada ulang tahun Nurul Ilmi.
Darunnajah merupakan salah satu pondok pesantren wakaf yang diwakafkan oleh alm Kh.Abdul Manaf Mukhayyar dan istri beliau alm Hj.Tsuraya. Dan pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 adalah salah satu cabang Pesantren Darunnajah Jakarta, letaknya berada di jln raya palka km.05 Sindangheula, Pabuaran, Ciomas Serang-Banten, Yaitu adalah daerah kelahirannya alm Hj.Tsuraya.
Pada tahun 1994 beliaulah yang membeli mata air di daerah ciomas untuk menjadi sumber air para santri dan santriwati pesantren Darunajah cabang selama menimba ilmu disini.
Selain Darunnjah 14, di Ciomas terdapat juga beberapa cabang Darunnajah lainnya,yaitu Darunnajah3, Darunnajah4 , Darunnajah 17 Dan Darunnajah 20.
Maka dari itu sebagai santri kita harus mengetahui asal mula Darunnajah, salah satu caranya adalah dengan menapak tilasi jejak para pendahulu kita. Nah di daerah serang ini kita bisa mengunjungi beberapa tempat, contohnya mata air Darunnajah.

Pada tanggal 20 Agustus 2022 seluruh santriwati, ustadz dan ustadzah Nurul Ilmi Darunnajah 14 melaksanakan kegiatan napak tilas ke mata air Darunnajah, kurang lebih berjarak 1 Km dari pesantren ke arah desa cijengkol. Kegiatan ini dipimpin oleh pimpinan pondok pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 yaitu ust.miftahudin,spd.i dan juga istri beliau usth.Mia Mulyati,s.pd.

Sesampainya di mata air seluruh santriwati bergantian untuk mengambil air tersebut dan meminumnya serta tidak lupa kita lakukan do’a bersama untuk para pendiri yang dipimpin oleh ust.Miftahudin,s.pd.i agar apa yang beliau-beliau wakafkan menjadi berkah dan bermanfaat untuk ummat.
Tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah untuk mengetahui langkah visioner pendiri Pesantren Darunnajah Kh.Abdul Manaf Mukhayyar untuk mewakafkan mata air yang sangat bermanfaat bagi para santri di dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak pelajaran yang harus kita ambil dari kegiatan ini salah satunya adalah betapa mulianya cita-cita para pendiri kita untuk masa depan ummat. Maka kita sebagai penerus nya harus memiliki sikap yang lebih visioner lagi dan memiliki jiwa juang yang lebih tinggi lagi dari para pendahulu kita.