DNKindegarten, 23/03
‘Gempuran’ serangga beracun Tomcat ternyata tidak hanya melanda kawasan Surabaya, Jawa Timur, namun sudah meluas hingga wilayah Tuban. Di wilayah ini, binatang yang memiliki nama latin Coleoptera Staphylinidae tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga bisa menyerang sejumlah balita dan anak-anak. Korban rata-rata menderita luka seperti tergores disertai rasa panas dan gatal. Indikasi serangan Tomcat ini sebenarnya terdeteksi sejak dua minggu yang lalu, namun karena ketidaktahuan orangtua serangan binatang beracun tersebut lantas dibiarkan saja. Para orangtua bocah di Tuban, Jawa Timur, ini baru mengetahui serangan tersebut adalah Tomcat setelah marak berita atas binatang beracun itu di media televisi.
Seperti yang diderita oleh Retno Ayu ini misalnya. Bocah lima tahun yang duduk di bangku taman kanak kanak Warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Tuban ini terdeteksi terkena serangan Tomcat sejak dua minggu yang lalu. Oleh ibunya, Retno Ayu hanya diberi obat berupa salep namun tiba-tiba luka goresan tersebut juga menjalar di bagian tubuh yang lain.
Selain itu Tomcat juga menyerang balita bernama Dona. Balita berumur lima bulan ini juga terkena serangan Tomcat di bagian lengannya. Indah, ibu Retno, karena tidak adanya informasi serangan tomcat ini awalnya hanya dianggap penyakit kulit biasa, dan hanya dibiarkan. Tetapi setelah ada tayangan disejumlah media elektronik yang memberitakan ada serangan Tomcat, barulah para orang tua korban ini mengetahuinya.
Setelah mengetahuinya, barulah para orangtua ini menangkapi Tomcat dan dimasukkan ke dalam toples agar tidak menyerang anaknya lagi.
Sejauh ini dinas terkait belum melakukan sosialisasi maupun pengobatan kepada sejumlah penderita akibat serangan Tomcat ini.
Para orang tua perlu mengetahui cara menghindari tomcat ini. agar tidak mengakibatkan hal yang fatal bagi anak.
1. Serangga jenis Paederus fuscipes ini tidak menggigit dan menyengat. Namun, apabila diganggu serangga ini akan mengeluarkan racun atau Toksin pederin yang dapat menimbulkan Iritasi serius bagi kulit.
2. Jika serangga ini menempel dikulit kita, jangan digerus atau dihancurkan tetapi cukup dengan mengusir secara halus, seperti ditiup atau dihalau secara hati-hati agar Tomcat tidak mengeluarkan toksinnya itu.
3. Setelah itu, kulit yang terkena Tomcat harus segera dicuci dan dibilas dengan sabun antiseptik, sehingga kulit menjadi tidak gatal lagi. Tapi, jika Tomcat sudah mengeluarkan toksinnya dikulit, jangan menggaruknya dan usap dengan salep anti bakteri, Hydrocortison.
4. Apabila kulit kita sudah terkena toksin Tomcat, jangan khawatir cukup diberi salep anti bakteri Hydrocortison, iritasi akan sembuh,” kata Mahrita, Peneliti Etomolog.
Satu hal yang perlu digarisbawahi, toksin atau racun pederin dari Tomcat, tidak mematikan dan ridak menular. Sehingga, masyarakat tidak terlalu panik tapi, tetap hati-hati.
(repbulika.co.id)



