Menu

Hidup Indah Bila Mencari Berkah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

pondok22Keberkahan hidup tidak dengan serta merta kita dapatkan. Keberkahan hidup adalah tingkatan paripurna  yang dalam proses pencapaiannya tentu butuh upaya yg serius. Berikut adalah beberapa langkah mencapai hidup berkah :

Pertama, membiasakan diri bersikap malu. Bukan malu bertemu orang lain, bukan malu mengerjakan sesuatu yang oleh orang lain dipandang rendah, akan tetapi malu yang positif. Yaitu malu berbuat kejahatan, malu berbuat keburukan, malu tidak tuntas dalam melaksanakan tugas, malu karena yakin bahwa Allah Maha Memperhatikan semua perbuatan kita. Inilah ejawantah dari sebuah ungkapan “malu sebagian dari iman”, yaitu bersikap hati-hati dan tidak maksiat.

Kedua, bersyukur. Inilah kata yang mudah diucapkan namun terkadang sulit dipraktekkan dalam kehidupan seseorang. Implementasi syukur bukan hanya terletak pada kegiatan ibadah saja, karena tidak jarang kegiatan Ibadah Mahdloh yang kita dirikan hanya sebatas ritual dan rutinitas. Bersyukur adalah suatu sikap rela menerima apa yang Allah beri untuk kemudian dimanfaatkan, dipergunakan, diberdayakan dengan sebaik-baiknya.

Bersyukur merupakan kunci peningkatan rejeki. Sebagaimana janji Allah “Apabila kalian bersyukur atas nikmatku  maka akan aku tambah nikmatku”

Ketiga, bertuturkata dan komunikasi yang baik. Orang yang pandai berkomunikasi dan santun bertuturkata cenderung lebih terbuka hati dan pikirannya. Karena hati dan pikirannya terbuka mudah baginya untuk menangkap berbagai peluang. Mudah pula baginya untuk mendapat jaringan pertemanan yang luas. Disamping itu, peluang mendapat pahala pun terbuka lebar karena komunikasi yang baik, tutur kata yang baik dapat membuat orang lain yang menjadi mitra bicaranya nyaman dan bahagia, itulah sedekah.

Keempat, berbakti kepada orangtua. Mudah-mudahan kita dijadikan anak yang benar-benar berbakti kepada orangtua. Siapapun dan apapun kita saat ini, tidak akan pernah mampu untuk mengelak dari terkabulnya do’a-do’a tulus kedua orangtua. Seorang guru, camat, bupati, gubernur, menteri, bahkan seorang presiden pun statusnya tetap anak dari orangtuanya. Maka dari itu, berbaktilah kepada orangtua agar mereka selalu ridlo kepada kita. Keridloan dan do’a mereka  adalah pintu masuk segala kebaikan dan keberkahan hidup.

Kelima, bersikap qona’ah. Merasa berkecukupan. Tidak mudah mengeluh atas rejeki yang sedikit. Yakin bahwa Allah yang menjamin kesejahteraan hidupnya. Orang yang qona’ah tidak serakah, tidak egois. Sebaliknya, justru lebih suka berbagi. Peduli terhadap sesama. Qonaah adalah kunci kekayaan.

Keenam, konsisten dan teguh pendirian dalam berdo’a. Jangan pernah bosan dalam berdo’a karena do’a itu kunci segala kebaikan dan ketentraman jiwa. Do’a juga merupakan kekuatan energi spititual hamba kepada  Allah. Jangan pernah menuntut Allah untuk segera mengabulkan do’a karena Dia Maha Tahu kapan waktu yang tepat do’a kita akan dikabulkan. Kalaupun kita meninggal dunia sementara do’a-do’a kita belum dikabulkan, maka yakinlah ia akan menjadi sebuah deposito pahala.

Kiranya itulah 6 kunci pintu keberkahan hidup, semoga kita dapat mengamalkan. Wallahu a’lam bis showab. (WARDAN/Qotada)

*Disampaikan pada Ta’lim Ashar di Masjid Jami’ Darunnajah Cipining Ahad, 21 Agustus 2016

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Informasi Perubahan Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020 Kelas 3 TMI Darunnajah Jakarta

Perihal  : Informasi Perubahan Kalender Pendidikan  Tahun 2019/2020                                  31 Maret 2020                                                                 Yang terhormat, Bapak/Ibu Orang Tua Santri Kelas III