Jakarta/dn charity.org-kamis,30/08/2012/12 Syawal 1433 H. Keluarga Besar Pondok Pesantren Darunnajah mengadakan Halal Bi Halal yang di Adakan di GOR Pondok Pesantren Darunnajah Pusat yang berlokasi di Ulujami Jakarta selatan dan di hadiri oleh para Ust/dzh Darunnajah 1 dan Darunnajah Cabang serta para mahasiswa, di buka oleh ketua Yayasan Darunnajah KH.saifuddin Arief, SH.MH. kemudian di lanjutkan oleh pendiri sekaligus Pimpinan Darunnajah Drs.KH.Mahrus Amin dan Drs.H.Sofwan Manaf,M.Si.sebagai pimpinan pondok Pesantren Darunnajah Pusat.

Ada beberapa informasi yang mengatakan Sejarah asal mula Halal Bihalal ada beberapa versi:
1. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Keraton Surakarta, bahwa tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Dalam rangka menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri.

Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam, dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.

2. Menurut Ketua MUI, Umar Shihab, mengenai asal-usul halal bi halal yang menjadi tradisi di Indonesia. Menurutnya, tradisi yang baik ini pertama kali dikenal pada 1963, saat Buya Hamka bertemu dengan Presiden Soekarno di Istana Negara dalam suasana Idul Fitri.
“Pada saat keduanya berjabat tangan, Buya Hamka mengatakan kita halal bi halal, dan Bung Karno mengatakan juga dengan keras halal bi halal. Lalu tahun-tahun berikutnya Bung Karno yang mempopulerkannya,”